Jurnal Pelopor – Presiden Prabowo Subianto melempar wacana penting yang bisa berdampak besar bagi industri dan investasi di tanah air. Ia berencana melonggarkan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sebuah kebijakan yang selama ini mewajibkan penggunaan produk lokal dalam proyek dan industri nasional.
Kebijakan ini langsung menuai respons dari mitra dagang utama Indonesia, Jepang. Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, menyatakan pihaknya menyambut baik rencana pelonggaran tersebut.
“Kami selalu menghormati persyaratan konten lokal. Namun terkadang memang sulit bagi perusahaan Jepang untuk memenuhi semua permintaan tersebut. Karena itu, kami menyambut baik langkah pelonggaran persyaratan konten lokal ini,” ujar Masaki.
Jepang: Perlindungan Penting, Tapi Butuh Keseimbangan
Masaki tak menampik bahwa kebijakan TKDN penting untuk melindungi industri dalam negeri. Namun, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara perlindungan dan keterbukaan.
“Saya pikir kita perlu keseimbangan yang baik. Secara umum, kami menyambut baik tren pelonggaran persyaratan kandungan lokal ini. Saya ingin melihat, dari industri ke industri, atau produk ke produk, apa dampak dari kebijakan ini,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar pelonggaran TKDN bisa membuka jalan bagi peningkatan investasi Jepang di Indonesia, terutama pada sektor strategis seperti otomotif, teknologi, dan manufaktur.
Prabowo: TKDN Jangan Kaku, Harus Realistis
Dalam pernyataannya sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa TKDN tidak boleh menjadi penghambat daya saing Indonesia di kancah global. Menurutnya, aturan tersebut harus fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi riil industri dalam negeri.
“Tolong para menteri saya sudahlah realistis, TKDN dibikin yang realistis saja. Masalah kemampuan dalam negeri, masalah luas, pendidikan, iptek, sains — ini masalah yang nggak bisa diselesaikan hanya dengan regulasi TKDN,” tegas Prabowo dalam acara Sarasehan Ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia, dikutip Minggu (8/6/2025).
Imbas ke Investasi Asing?
Rencana ini dianggap sebagai langkah strategis Prabowo dalam menghadapi perubahan geopolitik dan kebijakan global, termasuk tarif impor dari Amerika Serikat. Jepang, sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia, terlihat siap memanfaatkan celah tersebut jika aturan menjadi lebih ramah terhadap investor asing.
Dengan rencana pelonggaran ini, peluang masuknya teknologi, penciptaan lapangan kerja baru, hingga transfer ilmu dari luar negeri ke Indonesia pun bisa makin terbuka.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







