• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Viral! Oknum LSM Gebrak Meja di SDN Duko, Disdik Pilih Damai

Kericuhan LSM dan Guru di SDN Duko I Sumenep akibat dugaan penyimpangan dana BOS disikapi damai oleh Disdik setempat

musa by musa
28/05/2025
in Nasional
0
duko
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor  – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memilih penyelesaian damai dalam menyikapi insiden kericuhan yang terjadi di SD Negeri Duko I, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Peristiwa itu melibatkan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BIDIK yang menggebrak meja saat menanyakan dugaan penyimpangan dana BOS, hingga menciptakan suasana tegang di lingkungan sekolah.

Kronologi Insiden di Pulau Kangean

Kericuhan terjadi pada Senin, 26 Mei 2025. Seorang anggota LSM bernama Muhlis datang ke SDN Duko I untuk meminta penjelasan soal realisasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai belasan juta rupiah yang diduga tidak digunakan sesuai peruntukannya. Dalam proses tersebut, Muhlis menggebrak meja di hadapan para guru, hingga memicu ketegangan. Aksi tersebut terekam dalam video dan menyebar luas di media sosial, memancing berbagai reaksi publik.

Sikap Disdik: Hindari Konflik Lebih Luas

Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membawa perkara ini ke jalur hukum.

“Kita ingin selesaikan secara baik-baik. Intinya komunikasi yang kurang baik saja,” ujar Agus.

Ia menilai bahwa situasi tersebut bisa diatasi tanpa mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, karena tujuan utama adalah menjaga suasana pendidikan tetap kondusif.

Dewan Pendidikan Serukan Langkah Tegas

Meski Disdik memilih pendekatan damai, Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) menyuarakan pandangan berbeda. DPKS menyebut aksi Muhlis tergolong intimidatif dan tidak patut dilakukan di lingkungan pendidikan. DPKS pun mendorong agar kepolisian turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka menegaskan bahwa kontrol sosial penting, tetapi harus dilakukan dengan cara yang elegan dan membangun, bukan dengan ancaman atau kekerasan simbolik.

Harapan untuk Komunikasi yang Lebih Baik

Disdik berharap, ke depan masyarakat yang ingin menyampaikan kritik terhadap dunia pendidikan dapat melakukannya dengan mengikuti prosedur yang berlaku.

“Semua ada caranya. Kalau wartawan atau masyarakat datang dengan baik, Insya Allah kami terima dengan baik juga,” kata Agus.

Ia menambahkan bahwa menjaga komunikasi yang sehat antara pihak sekolah dan masyarakat adalah kunci mencegah kesalahpahaman.

Perlu Etika dalam Kontrol Sosial

Insiden di SDN Duko I menjadi pengingat bahwa penyampaian kritik harus tetap mengedepankan etika dan menghormati ruang pendidikan. Meski penyelesaian damai dipilih untuk menjaga keharmonisan, sorotan publik terhadap pentingnya komunikasi santun dan perlindungan terhadap lembaga pendidikan patut terus digaungkan. Kini, masyarakat menanti langkah konkret agar insiden serupa tak kembali terulang.

Sumber: KOMPAS.com

Baca Juga:

Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!

Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?

Tags: #Indonesia #Prabowo #JurnalPelopor #Sumenep #DanaBOS #SDNDukoI #PulauKangean #LSMBIDIK #Pendidikan #TransparansiDana
Previous Post

Job Fair Bekasi Ricuh! Banyak Pingsan, Ada yang Baku Hantam

Next Post

Tak Bergairah! Manchester United Takluk 0-1 dari ASEAN All Stars

musa

musa

Related Posts

bapenda
Nasional

Kebakaran Melanda Gedung Bapenda DKI, 30 Damkar Dikerahkan

08/08/2026
bps
Nasional

BPS: Jemaah Haji RI Habiskan Hampir Rp2 Triliun untuk ini

07/08/2026
keracunan
Nasional

Sudaryono Beberkan Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Papua

07/08/2026
ibu
Nasional

Viral! Tak Puas Dengan Hasil Foto, Anak Tega Aniaya Ibu Kandung

06/08/2026
bank
Nasional

Baru Ambil Uang Dari Bank, Rp30 Juta Raib Dibegal

06/08/2026
korupsi
Nasional

Tak Bisa Asal Copot, Tito Jelaskan Aturan Kepala Daerah Korupsi

06/08/2026
Next Post
ASEAN All Stars

Tak Bergairah! Manchester United Takluk 0-1 dari ASEAN All Stars

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.