• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Bukan Judi Online! Budi Arie Terseret Kasus Korupsi Komdigi

musa by musa
20/12/2024
in Nasional
0
Bukan Judi Online! Budi Arie Terseret Kasus Korupsi Komdigi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa Budi Arie Setiadi diperiksa di Bareskrim Polri pada Kamis siang, 19 Desember 2024. Pemeriksaan ini terkait dugaan tindak pidana korupsi yang sedang diselidiki.

“Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sedang melakukan penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi,” ucap Ade Safri melalui pesan WhatsApp.

Dugaan Korupsi, Bukan Kasus Judi Online

Ade menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Budi Arie tidak terkait kasus judi online yang sebelumnya melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) tersebut diperiksa terkait dugaan korupsi dan saat ini masih berstatus sebagai saksi.

“Yang dimaksud (Budi) sebagai saksi, ya,” tambah Ade Safri.

Ade belum memberikan rincian tentang tindak pidana korupsi yang dimaksud. Namun, ia menyebut dugaan korupsi ini muncul saat kepolisian mendalami kasus judi online Komdigi.

Kasus Judi Online Komdigi

Polda Metro Jaya sebelumnya menetapkan 24 tersangka dalam kasus pengelolaan situs judi online, sembilan di antaranya adalah pegawai Komdigi. Para pegawai ini seharusnya memblokir akses situs judi online, tetapi justru melindunginya dan meminta bayaran dari pemilik situs.

“Mereka diberikan akses untuk melihat situs-situs judi online dan memblokirnya. Namun, mereka justru menetapkan tarif Rp 8,5 juta per situs agar tidak diblokir,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi.

Modus Operandi Para Tersangka

Para tersangka mengaku memblokir situs judi online setiap dua minggu sekali. Jika dalam dua minggu pemilik situs tidak membayar, maka situs tersebut akan diblokir. Modus ini dilakukan dengan sistematis dan melibatkan pegawai yang memiliki akses langsung ke sistem pemblokiran situs.

Pemeriksaan terhadap Budi Arie Setiadi menjadi bagian dari pengembangan penyidikan terhadap kasus ini. Polisi akan terus mendalami keterkaitan antara dugaan korupsi dan kasus judi online yang sebelumnya mencuat di bawah kementerian yang ia pimpin.

Previous Post

Ratusan Siswa SD di Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nikmati Program Makan Bergizi Gratis

Next Post

Airlangga Akui Tarif PPN 12% untuk Akomodasi Program Makan Bergizi Gratis

musa

musa

Related Posts

prabowo
Nasional

Soal Laporan Palsu, Prabowo: Jangan Coba Main-main!

12/03/2026
sppg
Nasional

1.512 SPPG Disetop, DPR Nilai Pemerintah Serius Benahi MBG

12/03/2026
haji
Nasional

Kasus Kuota Haji, KPK Hentikan Pencekalan Pemilik Maktour.

20/02/2026
makan bergizi gratis
Nasional

Mitra Makan Bergizi Gratis Diguyur Insentif Rp 6 Juta Sehari.

20/02/2026
jcc
Nasional

Batik Miliaran di JCC Hilang! Polisi Akhirnya Tangkap 3 Pelaku.

17/02/2026
Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
Next Post
Airlangga Akui Tarif PPN 12% untuk Akomodasi Program Makan Bergizi Gratis

Airlangga Akui Tarif PPN 12% untuk Akomodasi Program Makan Bergizi Gratis

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.