• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Olahraga

Bukan Cuma Gol, Ini 3 Kriteria Penilaian Ballon d’Or 2026

Pemilihan Ballon d’Or 2026 melibatkan jurnalis internasional yang menilai performa individu, prestasi tim, serta perilaku pemain.

musa by musa
26/10/2026
in Olahraga
0
Ballon d’Or
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Penghargaan Ballon d’Or 2026 akan memasuki edisi ke-70 dengan menghadirkan persaingan sejumlah bintang sepak bola dunia. Harry Kane, Kylian Mbappe, dan Lamine Yamal masuk dalam daftar kandidat kategori putra. Sementara itu, Alexia Putellas menjadi salah satu nama yang difavoritkan dalam kategori putri.

Malam penganugerahan dijadwalkan berlangsung di London Palladium, Inggris, pada Senin (26/10/2026). Namun, penentuan pemenang tidak sekadar bergantung pada popularitas atau jumlah gol. Penyelenggara menerapkan kriteria penilaian, sistem poin, dan mekanisme khusus jika dua pemain memperoleh nilai akhir yang sama.

Siapa yang Menentukan Pemenang Ballon d’Or 2026?

France Football menjadi penyelenggara utama penghargaan Ballon d’Or. Bersama L’Équipe dan sejumlah pihak terkait, penyelenggara menyusun daftar pendek berisi 30 kandidat untuk kategori putra dan daftar kandidat kategori putri.

Setelah daftar kandidat diumumkan, panel jurnalis sepak bola internasional menentukan pemenang melalui pemungutan suara. Berdasarkan informasi yang dikutip Bola.com dari Sportmole, kategori putra melibatkan 100 jurnalis yang mewakili negara-negara dalam 100 besar peringkat FIFA.

Sementara itu, kategori putri melibatkan 50 jurnalis dari negara-negara dengan peringkat tertinggi dalam daftar FIFA. Para juri memberikan penilaian berdasarkan performa pemain selama periode yang telah ditentukan.

Dengan mekanisme tersebut, penghargaan ini tidak hanya mengukur popularitas pemain. Penilaian juga mempertimbangkan kontribusi individu, pencapaian bersama tim, serta perilaku pemain di dalam dan luar lapangan.

Tiga Kriteria Utama Penilaian

Dalam menentukan pilihan, para juri mempertimbangkan tiga kriteria utama. Masing-masing memiliki urutan prioritas yang menjadi pedoman penilaian.

1. Performa individu

Penampilan individu menjadi kriteria utama. Juri menilai kemampuan pemain, kontribusi terhadap permainan, serta momen penting yang menentukan hasil pertandingan.

2. Performa kolektif dan pencapaian tim

Selain kemampuan individu, juri mempertimbangkan kontribusi pemain terhadap keberhasilan klub dan tim nasional. Gelar juara serta pencapaian bersama tim menjadi bagian dari penilaian.

3. Kelas dan sportivitas

Kriteria terakhir mencakup sikap, perilaku, dan semangat fair play. Artinya, penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga menjunjung sportivitas.

Menurut informasi yang dimuat Bola.com, periode penilaian Ballon d’Or 2026 mencakup penampilan pemain sejak 3 Agustus 2025 hingga 19 Juli 2026. Batas akhir pemungutan suara ditetapkan pada 28 September 2026.

Sistem Poin Ballon d’Or 2026

Setiap juri wajib memilih dan menyusun peringkat 10 pemain terbaik dari daftar kandidat yang tersedia. Pemain kemudian memperoleh poin berdasarkan posisi mereka dalam daftar tersebut.

Berikut pembagian poin dalam sistem pemungutan suara yang dilaporkan untuk Ballon d’Or 2026:

Peringkat pilihan Poin
Posisi pertama 15
Posisi kedua 12
Posisi ketiga 10
Posisi keempat 8
Posisi kelima 7
Posisi keenam 5
Posisi ketujuh 4
Posisi kedelapan 3
Posisi kesembilan 2
Posisi kesepuluh 1

Setelah seluruh juri memberikan suara, penyelenggara menjumlahkan poin yang diperoleh setiap pemain. Kandidat dengan total poin tertinggi berhak meraih penghargaan.

Sistem ini membuat konsistensi menjadi faktor penting. Pemain tidak harus selalu berada di posisi pertama pilihan juri, tetapi perolehan suara di posisi teratas dapat meningkatkan peluang mereka mengumpulkan poin lebih banyak.

Bagaimana Jika Dua Pemain Memperoleh Poin Sama?

Regulasi pemungutan suara juga mengatur kemungkinan dua pemain atau lebih memperoleh total poin yang sama.

Jika terjadi hasil imbang, penyelenggara terlebih dahulu membandingkan jumlah suara yang menempatkan masing-masing pemain di posisi pertama. Pemain dengan suara terbanyak pada posisi tersebut berhak menempati peringkat lebih tinggi.

Apabila jumlah suara posisi pertama masih sama, penyelenggara membandingkan jumlah suara posisi kedua. Jika hasilnya tetap imbang, perbandingan berlanjut ke suara posisi ketiga dan seterusnya hingga ditemukan pembeda.

Selain itu, pemimpin redaksi France Football disebut memiliki kewenangan untuk menyelesaikan perselisihan yang muncul dari hasil pemungutan suara.

Mekanisme tersebut memastikan penyelenggara memiliki prosedur untuk menentukan pemenang, sekalipun dua kandidat mengakhiri pemungutan suara dengan jumlah poin yang sama.

Persaingan Bintang Dunia Menuju Trofi Bergengsi

Dengan kriteria dan sistem poin tersebut, persaingan Ballon d’Or 2026 tidak hanya bergantung pada statistik gol atau jumlah trofi. Penampilan individu, kontribusi terhadap tim, serta sportivitas turut menentukan penilaian akhir.

Harry Kane, Kylian Mbappe, dan Lamine Yamal menjadi nama yang menarik perhatian dalam kategori putra. Sementara itu, Alexia Putellas berpeluang kembali bersaing memperebutkan penghargaan kategori putri.

Kini, keputusan akhir berada di tangan panel jurnalis yang memberikan suara berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Menurut Anda, siapa yang paling layak memenangkan Ballon d’Or 2026: Harry Kane, Kylian Mbappe, Lamine Yamal, atau pemain lainnya?

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #BallonDor2026 #FranceFootball #SepakBola #HarryKane #Mbappe #LamineYamal #JurnalPelopor
Previous Post

Gagal COT di JRF 2026, Peserta Ngamuk dan Rebut Medali

Next Post

Aprilia Yakin Jorge Martin Masih Bisa Juara Dunia MotoGP 2026

musa

musa

Related Posts

aprilia
Olahraga

Aprilia Yakin Jorge Martin Masih Bisa Juara Dunia MotoGP 2026

26/10/2026
alex
Nasional

Ubed Siap Hadapi Alex Lanier di Semifinal French Open 2026

24/10/2026
real
Olahraga

Profil Jude Bellingham, Senjata Real Madrid Jelang El Clasico

24/10/2026
Veda Ega
Olahraga

Veda Ega Masuk 7 Besar, Maximo Quiles Tercepat di FP1

23/10/2026
Juventus Gagal Menang, AC Milan Dibantai Bournemouth
Olahraga

Juventus Gagal Menang, AC Milan Dibantai Bournemouth

23/10/2026
java
Olahraga

Java United Ditahan 1-1, Fabio Lefundes Soroti Keputusan Wasit

22/10/2026
Next Post
aprilia

Aprilia Yakin Jorge Martin Masih Bisa Juara Dunia MotoGP 2026

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.