Jurnal Pelopor – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan kritik keras terhadap tindakan Israel di Gaza dan situasi di Tepi Barat saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB, Selasa (22/9/2026). Pidato tersebut berlangsung dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Saat Erdogan menyampaikan pidatonya, delegasi Israel dilaporkan meninggalkan ruang sidang.
Dalam pidatonya, Erdogan menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza serta situasi di Tepi Barat. Ia juga menyerukan agar negara-negara yang belum mengakui Palestina mempertimbangkan kembali posisi mereka. Erdogan juga mengatakan Turki akan terus menyuarakan keberadaan Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
“Walaupun Presiden Abbas tidak dapat hadir secara langsung, kami, seperti tahun lalu, akan terus menjadi suara bagi negara Palestina yang bebas dan berdaulat,” kata Erdogan.
Soroti Situasi Gaza dan Tepi Barat
Erdogan menyampaikan kritik terhadap kondisi yang terjadi di Gaza. Ia menggunakan sejumlah istilah keras untuk menggambarkan situasi di wilayah tersebut.
Ia juga menyoroti kondisi di Tepi Barat serta aktivitas pemukim Israel yang menurutnya semakin memperburuk keadaan. Dalam pidatonya, Erdogan menyebut Gaza sebagai salah satu kawasan dengan kondisi kemanusiaan paling parah. Ia juga menyerukan perhatian internasional yang lebih besar terhadap penderitaan warga Palestina.
Pemerintah Israel selama ini menolak tuduhan bahwa operasi militernya merupakan genosida dan menyatakan bahwa operasi tersebut ditujukan terhadap Hamas.
Erdogan Kritik Kinerja PBB
Selain membahas Palestina, Erdogan turut mengkritik kinerja Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menurut Erdogan, organisasi tersebut dibentuk untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia. Namun, ia menilai struktur dan mekanisme PBB saat ini membuat organisasi tersebut kesulitan menangani berbagai konflik.
Erdogan juga menyerukan reformasi PBB, termasuk perubahan terhadap sistem Dewan Keamanan. Reuters melaporkan Erdogan menilai keputusan lebih dari 190 negara pada akhirnya dapat dipengaruhi oleh lima negara anggota tetap yang memiliki hak veto.
Mahmoud Abbas Tidak Hadir Langsung
Dalam pidatonya, Erdogan turut menyinggung ketidakhadiran Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Abbas tidak dapat hadir secara langsung dalam Sidang Majelis Umum PBB setelah Amerika Serikat kembali menolak memberikan visa kepadanya. Ini menjadi tahun kedua secara berturut-turut Abbas tidak dapat menghadiri sidang secara langsung.
PBB sebelumnya mengizinkan Abbas menyampaikan pidato melalui video setelah pemungutan suara Majelis Umum. Keputusan tersebut disetujui dengan 152 suara mendukung, tiga menolak, dan empat abstain. Erdogan kemudian menegaskan bahwa Turki akan tetap menyuarakan isu Palestina meski Abbas tidak berada langsung di ruang sidang.
Dalam pidato yang sama, Erdogan juga membahas perang Rusia-Ukraina. Ia menyerukan agar konflik tersebut segera diakhiri dengan tetap mempertahankan integritas wilayah dan kedaulatan Ukraina.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:





