Jurnal Pelopor – Sejumlah hotel di Indonesia ternyata telah berdiri sejak masa kolonial. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki sejarah lebih dari satu abad dan masih beroperasi hingga sekarang. Bangunan-bangunan tersebut tidak hanya menjadi tempat menginap. Sejumlah hotel juga menyimpan cerita panjang tentang perkembangan kota dan perubahan zaman di Indonesia.
Beberapa di antaranya bahkan masih mempertahankan bagian dari bangunan bersejarahnya meski telah mengalami renovasi dan perubahan fungsi.
Berikut sejumlah hotel berusia tua di Indonesia yang masih bertahan hingga kini.
1. Hotel Sriwijaya, Jakarta
Hotel Sriwijaya menjadi salah satu hotel tertua di Indonesia. Bangunannya disebut telah berdiri sejak 1810, ketika Indonesia masih berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda.
Namun, bangunan tersebut belum langsung digunakan sebagai hotel. Pada 1863, gedung ini dimanfaatkan sebagai restoran, perusahaan konveksi, sekaligus toko bernama CAW Cavadino. Toko tersebut dikenal di kalangan pendatang karena menjual berbagai produk, seperti cokelat, roti, dan anggur.
Pada 1872, restoran Cavadino kemudian berubah menjadi Hotel Cavadino. Tempat tersebut menjadi salah satu hotel yang banyak dikunjungi masyarakat Eropa yang tinggal di Batavia.
Nama hotel kembali mengalami sejumlah perubahan. Hingga pada 1950-an, bangunan tersebut dikenal sebagai Hotel Sriwijaya. Pada masa itu, Hotel Sriwijaya menjadi hotel bintang dua yang dimiliki Angkatan Udara Indonesia.
2. Hotel Savoy Homann, Bandung
Beralih ke Bandung, terdapat Hotel Savoy Homann yang juga memiliki sejarah panjang. Menurut sejumlah arsip, hotel ini telah berdiri sebelum 1888. Bangunan tersebut kemudian mengalami renovasi besar yang dimulai pada Februari 1937 dan selesai pada akhir 1939. Nama Savoy kemudian digunakan untuk hotel tersebut. Sejarah hotel ini berkaitan dengan A. Homann, seorang imigran asal Jerman yang datang ke Jawa Barat sekitar 1870.
Seiring perjalanan waktu, Hotel Savoy Homann tetap bertahan sebagai salah satu bangunan bersejarah di Kota Bandung. Sejak Januari 2000, pengelolaannya berada di bawah Yayasan Bidakara.
3. Royal Ambarrukmo Yogyakarta
Royal Ambarrukmo Yogyakarta memiliki sejarah yang berbeda. Cikal bakalnya bukanlah hotel, melainkan sebuah pesanggrahan milik Keraton Yogyakarta. Sejarahnya bermula ketika Sultan Hamengku Buwono V membangun Pesanggrahan Ambarrukmo. Bangunan tersebut kemudian direnovasi pada 1895 hingga 1897 pada masa Sultan Hamengku Buwono VII.
Pesanggrahan tersebut digunakan untuk menjamu tamu kerajaan. Setelah Sultan Hamengku Buwono VII turun takhta, tempat tersebut juga pernah menjadi kediamannya.
Dalam perkembangannya, kawasan bersejarah tersebut kemudian menjadi Royal Ambarrukmo Yogyakarta seperti yang dikenal saat ini. Hotel ini juga dikenal sebagai salah satu hotel mewah berstandar internasional yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kesultanan Yogyakarta.
Ketiga hotel tersebut menunjukkan bahwa sejarah perhotelan Indonesia telah berkembang sejak lebih dari satu abad lalu. Bangunan dan kawasan yang masih bertahan hingga sekarang menjadi bagian dari jejak sejarah yang melewati berbagai zaman.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







