Jurnal Pelopor – Cristiano Ronaldo berpeluang mendapatkan sumber pemasukan tambahan dari popularitasnya di media sosial. Peluang tersebut muncul setelah Saudi Pro League memperkenalkan model distribusi pertandingan yang melibatkan pemain dan kreator konten.
Kompetisi kasta tertinggi Liga Arab Saudi itu meluncurkan program bernama “Share and Earn”. Melalui skema ini, pemain maupun kreator konten dapat membagikan tautan pertandingan melalui akun media sosial mereka.
Tautan tersebut dapat mengarah ke satu pertandingan tertentu atau paket yang berisi beberapa pertandingan. Jika tautan tersebut menghasilkan pendapatan, pihak yang membagikannya akan memperoleh bagian dari pendapatan tersebut.
Skema ini tentu menarik bagi Ronaldo. Megabintang asal Portugal itu memiliki basis pengikut yang sangat besar di berbagai platform media sosial. Jumlah pengikutnya yang mencapai lebih dari satu miliar membuat setiap unggahan Ronaldo berpotensi menjangkau audiens dalam jumlah besar.
Ronaldo Punya Basis Penggemar Besar
Ronaldo bergabung dengan Al Nassr pada 2022. Sejak saat itu, kehadirannya menjadi salah satu daya tarik utama Liga Arab Saudi di mata penggemar sepak bola internasional.
Kini, pemain berusia 41 tahun tersebut bisa mendapatkan peluang lain dari popularitas digitalnya. Jika Ronaldo ikut menggunakan program “Share and Earn”, tautan pertandingan yang dibagikannya berpotensi mengarahkan penggemar menuju layanan streaming resmi Saudi Pro League.
Setiap penggemar yang mengakses pertandingan melalui tautan tersebut akan diarahkan ke layanan streaming resmi yang disediakan liga. Mekanisme ini membuat media sosial tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga bagian dari distribusi pertandingan.
Meski demikian, peluang mendapatkan pendapatan tambahan tersebut tetap bergantung pada keterlibatan Ronaldo dalam program yang diperkenalkan Saudi Pro League.
Ronaldo sendiri sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa musim 2026/2027 berpotensi menjadi musim terakhirnya sebelum mengakhiri karier sebagai pesepak bola profesional.
Liga Gandeng Platform dan Kreator
Selain pemain, Saudi Pro League juga membuka peluang bagi penerbit serta platform yang telah mendapatkan izin untuk menayangkan pertandingan secara langsung maupun on-demand.
Pertandingan dapat ditanamkan langsung ke platform mitra yang telah memperoleh persetujuan dari liga. Dengan cara tersebut, penggemar bisa menikmati pertandingan melalui berbagai kanal digital yang terhubung dengan kompetisi.
Model distribusi seperti ini memiliki kemiripan dengan kerja sama Bundesliga di Inggris yang melibatkan YouTuber Mark Goldbridge dan penyerang Burnley, Jamie Vardy. Vardy diketahui turut menayangkan pertandingan Bundesliga melalui kanal YouTube miliknya.
Program “Share and Earn” Saudi Pro League saat ini tersedia di 16 wilayah. Inggris dan Irlandia termasuk di dalamnya, bersama Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia, Islandia, Kanada, Selandia Baru, Serbia, Korea Selatan, Malta, Bosnia dan Herzegovina, Montenegro, Siprus, serta Yunani.
Ingin Dekat dengan Penggemar
CEO Saudi Pro League, Omar Mugharbel, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat menikmati olahraga. Menurutnya, penggemar kini semakin terhubung dengan kompetisi, klub, dan pemain melalui platform digital.
“Cara orang menemukan, mengonsumsi, dan berinteraksi dengan olahraga berubah dengan sangat cepat,” ujar Mugharbel.
Ia melihat pertumbuhan ekonomi kreator sebagai peluang baru untuk memperluas distribusi pertandingan sepak bola. Karena itu, Saudi Pro League ingin membangun jaringan mitra yang lebih luas untuk menjangkau penggemar di berbagai negara.
“Perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi kreator memberikan kami kesempatan untuk menambahkan dimensi baru dalam hubungan tersebut,” lanjutnya.
Melalui model tersebut, Saudi Pro League tidak hanya berusaha memperluas jangkauan pertandingan ke pasar internasional. Liga juga memberikan ruang bagi pemain, klub, dan kreator konten untuk ikut terlibat dalam pertumbuhan kompetisi.
Bagi Ronaldo, skema ini membuka kemungkinan menarik. Dengan jumlah pengikut yang sangat besar, media sosialnya bukan hanya menjadi tempat berinteraksi dengan penggemar, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu jalur promosi pertandingan Saudi Pro League sekaligus sumber pendapatan tambahan.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







