Jurnal Pelopor – Peristiwa tragis terjadi di Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (26/8/2026). Seorang ibu berinisial SI (60) meninggal dunia setelah diduga dipukul menggunakan paving oleh anak kandungnya sendiri, MF. Pelaku disebut warga mengalami gangguan jiwa dan langsung diamankan setelah kejadian.
Kejadian Mendadak di Sekitar Rumah
Peristiwa tersebut menggegerkan warga setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung di sekitar rumah korban ketika SI sedang bersama anaknya.
Secara tiba-tiba, MF diduga mengambil sebuah paving dan kemudian memukulkannya ke bagian kepala sang ibu. Hantaman benda keras tersebut membuat korban mengalami luka serius.
Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berupaya mengamankan MF agar situasi tidak semakin membahayakan. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan SI dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Warga Sebut Pelaku Alami Gangguan Jiwa
Seorang warga setempat, Rifan (40), membenarkan bahwa korban merupakan ibu kandung MF. Menurutnya, warga sekitar telah mengetahui kondisi MF yang disebut mengalami gangguan jiwa sejak beberapa tahun terakhir.
“Anaknya memang mengalami gangguan jiwa sekitar usia 30 tahun, dan warga memang sudah tahu sejak awal,” ujar Rifan.
Rifan mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan MF tiba-tiba melakukan tindakan tersebut terhadap ibu kandungnya. Peristiwa itu pun membuat warga sekitar terkejut karena korban dan pelaku merupakan ibu dan anak.
Polisi Amankan Pelaku
Setelah kejadian, MF diamankan oleh petugas Polsek Kanor. Polisi juga memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mengamankan tempat kejadian sekaligus mendukung proses penyelidikan.
Hingga berita ini ditulis, pihak Polsek Kanor maupun Polres Bojonegoro belum memberikan keterangan resmi mengenai kronologi lengkap serta motif kejadian tersebut.
Petugas masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa yang menyebabkan SI meninggal dunia. Kondisi dan penanganan terhadap MF juga menjadi bagian dari proses yang dilakukan aparat setelah pelaku diamankan.
Kasus ini menjadi perhatian warga setempat, sekaligus mengingatkan pentingnya penanganan dan pengawasan yang tepat terhadap orang dengan gangguan jiwa, terutama ketika berada dalam kondisi yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang di sekitarnya.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







