• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Olahraga

IFAB Klarifikasi Kartu Merah Breel Embolo di Piala Dunia 2026

IFAB mengakui kartu merah Breel Embolo saat melawan Argentina seharusnya tidak diberikan karena kesalahan penerapan aturan VAR.

musa by musa
30/07/2026
in Olahraga
0
ifab
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor —  Badan pembuat aturan sepak bola dunia, International Football Association Board (IFAB), mengakui bahwa kartu merah yang diterima penyerang Swiss, Breel Embolo, pada laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Argentina seharusnya tidak pernah terjadi. Klarifikasi tersebut menjadi sorotan karena keputusan wasit saat itu dinilai berpengaruh besar terhadap hasil pertandingan yang dimenangkan Argentina dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu.

Penjelasan resmi IFAB sekaligus mempertegas batas kewenangan Video Assistant Referee (VAR) dalam meninjau sebuah insiden, khususnya terkait kasus mistaken identity atau salah identitas pemain.

Bermula dari Tinjauan VAR

Image

Kontroversi terjadi pada pertandingan yang berlangsung di Kansas City ketika Swiss harus kehilangan Breel Embolo pada menit ke-72 setelah menerima kartu kuning kedua.

Awalnya, wasit asal Portugal, Joao Pinheiro, meniup peluit dan memberikan tendangan bebas untuk Swiss karena menganggap gelandang Argentina, Leandro Paredes, melakukan pelanggaran terhadap Embolo.

Namun, setelah mendapat rekomendasi dari VAR dan meninjau tayangan ulang, Pinheiro mengubah keputusannya. Wasit menilai tidak terjadi kontak antara Paredes dan Embolo sehingga tendangan bebas dibatalkan.

Lebih jauh, Embolo justru dianggap melakukan simulasi dan menerima kartu kuning kedua yang otomatis berujung kartu merah. Bermain dengan 10 pemain membuat Swiss kesulitan mempertahankan permainan hingga akhirnya tersingkir setelah Argentina menang 3-1 pada babak tambahan waktu.

IFAB: Protokol VAR Disalahartikan

Dalam klarifikasi yang diterbitkan beberapa hari setelah pertandingan, IFAB menjelaskan bahwa protokol VAR mengenai mistaken identity hanya dapat digunakan untuk memastikan identitas pemain yang melakukan pelanggaran, bukan untuk mengubah jenis pelanggaran ataupun memberikan kartu kuning baru karena simulasi.

Artinya, berdasarkan penjelasan tersebut, keputusan memberikan kartu kuning kedua kepada Breel Embolo tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Insiden itu pun diakui sebagai penerapan aturan yang keliru. Penjelasan tersebut sekaligus menjadi acuan baru bagi para wasit di berbagai kompetisi internasional agar tidak terjadi kesalahan serupa pada masa mendatang.

Pelatih Swiss Merasa Dirugikan

Seusai pertandingan, pelatih Swiss Murat Yakin langsung melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit. Menurutnya, keputusan tersebut telah mengubah jalannya pertandingan dan menghancurkan peluang timnya untuk melangkah ke semifinal. Yakin juga menyayangkan penerapan aturan yang dinilai tidak tepat sehingga membuat Swiss harus bermain dengan 10 orang pada fase krusial pertandingan.

UEFA Sambut Positif Klarifikasi IFAB

Klarifikasi IFAB mendapat respons positif dari UEFA yang tengah mengumpulkan para kepala wasit dari 55 asosiasi anggotanya untuk menyamakan interpretasi aturan menjelang musim kompetisi baru.

UEFA menegaskan bahwa VAR bukanlah alat untuk mengadili ulang seluruh jalannya pertandingan. Teknologi tersebut hanya boleh digunakan ketika terjadi kesalahan yang jelas (clear and obvious error) atau insiden penting yang luput dari pengamatan wasit. Karena itu, UEFA mendorong proses peninjauan video dilakukan lebih singkat dengan intervensi seminimal mungkin agar ritme pertandingan tetap terjaga.

Jadi Pelajaran Penting

Kasus Breel Embolo menjadi salah satu kontroversi terbesar sepanjang Piala Dunia 2026. Meski hasil pertandingan tidak dapat diubah, pengakuan IFAB diharapkan menjadi evaluasi penting bagi penggunaan VAR di masa depan.

Dengan adanya penegasan terhadap batas kewenangan teknologi tersebut, IFAB dan UEFA berharap keputusan wasit akan semakin konsisten sehingga keadilan dalam pertandingan sepak bola dapat lebih terjamin.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v

Tags: #IFAB #VAR #BreelEmbolo #PialaDunia2026 #JurnalPelopor
Previous Post

UNESCO Tetapkan Pantai D-Day Prancis sebagai Warisan Dunia

Next Post

KJP Plus Tahap II 2026 untuk Murid Sekolah Rakyat Resmi Dibuka

musa

musa

Related Posts

Mancini
Olahraga

Mancini Pulang! Italia Percayakan Lagi Kursi Pelatih Gli Azzurri

29/07/2026
indonesia
Olahraga

3 Pemain Terbaik Timnas Indonesia saat Hajar Kamboja 5-1

28/07/2026
de ligt
Olahraga

Matthijs de Ligt Masih Berjuang Pulih, MU Tunggu Kabar Baik

27/07/2026
fajar
Olahraga

Fajar dan Fikri Bikin Bangga Indonesia dengan Dua Gelar Beruntun

27/07/2026
maarten
Olahraga

Maarten Paes Masuk 23 Pemain Ajax untuk Kualifikasi Eropa

24/07/2026
gelandang
Olahraga

Daftar 7 Gelandang Serang Terbaik Dunia Usai Piala Dunia 2026

24/07/2026
Next Post
kjp plus

KJP Plus Tahap II 2026 untuk Murid Sekolah Rakyat Resmi Dibuka

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.