Jurnal Pelopor — Program naturalisasi Timnas Indonesia dipastikan belum berhenti setelah Mitchell Baker resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, mengungkapkan masih ada peluang menghadirkan pemain keturunan lainnya. Namun, seluruh proses akan bergantung pada kebutuhan tim serta rekomendasi langsung dari pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman.
Pernyataan tersebut disampaikan Sumardji usai proses pengambilan sumpah kewarganegaraan Mitchell Baker di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Senin (14/7/2026). Di sisi lain, nama Luke Vickery juga disebut sebagai calon pemain naturalisasi berikutnya yang dijadwalkan menjalani sumpah WNI di Sydney, Australia.
Mitchell Baker Resmi Jadi WNI
Mitchell Baker menjadi tambahan amunisi terbaru bagi skuad Garuda. Pemain berusia 19 tahun itu dinilai memiliki prospek menjanjikan dengan postur mencapai 196 sentimeter, yang membuatnya berpotensi menjadi aset penting bagi Timnas Indonesia di masa depan.
Usianya yang masih muda juga dinilai memberi ruang besar untuk berkembang, sehingga diharapkan mampu menjadi investasi jangka panjang bagi sepak bola nasional.
Kehadiran Baker merupakan bagian dari strategi PSSI memperkuat kualitas skuad menuju berbagai agenda internasional, termasuk Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Sumardji: Semua Bergantung pada John Herdman
Meski membuka peluang naturalisasi lanjutan, Sumardji menegaskan PSSI tidak akan merekrut pemain keturunan secara sembarangan. Menurutnya, keputusan akhir tetap berada di tangan tim pelatih yang dipimpin John Herdman.
“Kalau kami tergantung kebutuhan pelatih. Mereka yang melakukan scouting,” ujar Sumardji.
Ia menjelaskan bahwa proses pencarian pemain dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan posisi serta kualitas yang dibutuhkan oleh tim nasional, bukan semata-mata karena pemain tersebut memiliki garis keturunan Indonesia.
PSSI Siap Tambah Pemain Keturunan
Sumardji mengungkapkan stok pemain diaspora yang memenuhi syarat untuk dinaturalisasi masih cukup banyak. Karena itu, peluang menghadirkan wajah-wajah baru tetap terbuka apabila dinilai mampu meningkatkan kualitas Timnas Indonesia.
Namun, ia kembali menekankan bahwa setiap pemain harus memenuhi standar yang ditetapkan tim pelatih.
“Kalau menurut pelatih memenuhi kriteria dan stok pemainnya ada, ya mengapa tidak. Nama-nama yang kami serahkan tepat hasilnya sesuai, ya kenapa tidak. Kalau saya sangat memberikan ruang,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus mengisyaratkan bahwa program naturalisasi PSSI akan terus berjalan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan teknis tim.
Fokus Persiapan Piala AFF 2026
Di tengah proses naturalisasi, Timnas Indonesia kini sedang menjalani pemusatan latihan di Bali sejak 5 Juli 2026. Skuad Garuda berlatih di fasilitas milik Bali United di kawasan Pantai Purnama sebagai bagian dari persiapan menghadapi Piala AFF 2026.
Turnamen tersebut menjadi agenda penting pertama bagi John Herdman setelah menangani Timnas Indonesia. Pada ajang itu, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Dengan kombinasi pemain lokal, diaspora yang telah dinaturalisasi, serta kemungkinan hadirnya nama-nama baru, PSSI berharap Timnas Indonesia memiliki kedalaman skuad yang lebih kompetitif. Keputusan mengenai naturalisasi lanjutan pun kini sepenuhnya menunggu hasil pemantauan dan rekomendasi dari John Herdman beserta jajaran tim pelatih, yang akan menentukan posisi mana saja yang masih membutuhkan tambahan kekuatan.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







