Jurnal Pelopor — Bareskrim Polri melakukan operasi senyap dan berhasil menggerebek sebuah markas judi online yang beroperasi di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, pada Kamis (7/5/2026). Dalam operasi tersebut, polisi menangkap tangan 321 orang yang sedang mengoperasikan berbagai situs judi online.
Data mengejutkan terungkap dari komposisi pelaku:
-
320 orang merupakan Warga Negara Asing (WNA).
-
1 orang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga memiliki pengalaman bekerja di industri serupa di Kamboja.
Dominasi WNA dan Penyalahgunaan Visa
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa sindikat ini memanfaatkan celah keimigrasian Indonesia. Para pelaku masuk menggunakan visa wisata, namun tetap tinggal dan bekerja secara ilegal meskipun masa berlaku visa mereka telah habis.
Berikut adalah rincian asal negara para WNA yang terlibat:
-
Vietnam: 228 orang (Mayoritas)
-
China: 57 orang
-
Myanmar: 13 orang
-
Laos: 11 orang
-
Thailand: 5 orang
-
Malaysia & Kamboja: Masing-masing 3 orang
Komitmen Polri: Indonesia Bukan “Sarang” Judi Online
Brigjen Wira menekankan bahwa pengungkapan ini adalah pesan keras kepada sindikat internasional agar tidak mencoba menjadikan Indonesia sebagai basis operasi mereka. “Diharapkan jangan sampai Indonesia ini menjadi tempat bagi sarang judi online,” tegasnya dalam konferensi pers, Minggu (10/5/2026).
Polri kini fokus pada tiga langkah strategis lanjutan:
-
Koordinasi Lintas Sektoral: Bekerja sama dengan Imigrasi untuk memproses pendeportasian 320 WNA setelah pemeriksaan selesai.
-
Penelusuran Sponsor: Mendalami pihak-pihak yang memfasilitasi kedatangan para WNA serta menyediakan sarana prasarana (gedung dan peralatan) di lokasi penggerebekan.
-
Analisis Aliran Dana: Mengusut jalur perputaran uang judi online tersebut guna memutus rantai ekonomi sindikat yang merugikan masyarakat dan negara.
Saat ini, 320 WNA tersebut telah dititipkan ke pihak Imigrasi (Rudenim), sementara satu pelaku WNI masih menjalani pemeriksaan intensif di Bareskrim untuk mendalami keterkaitan dengan jaringan luar negeri yang lebih luas.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







