Jurnal Pelopor — Di tengah memanasnya geopolitik global (terutama ketegangan AS-Iran), langkah Presiden Prabowo yang merangkul berbagai blok kekuatan dunia dinilai sebagai strategi yang berani namun penuh tantangan.
1. Bergabung dengan BRICS untuk Pertumbuhan Ekonomi
Utut Adianto menjelaskan bahwa keputusan Indonesia masuk ke dalam blok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) memiliki tujuan yang sangat spesifik:
-
Perluasan Pasar: Negara-negara BRICS mencakup lebih dari dua per tiga penduduk dunia. Ini adalah peluang “dahsyat” bagi produk lokal untuk menembus pasar global.
-
Fokus Ekonomi, Bukan Militer: Bergabungnya Indonesia ditegaskan murni untuk kepentingan ekonomi (growth), bukan untuk membentuk aliansi pertahanan.
2. Menjaga Keseimbangan dengan Barat
Meski merapat ke BRICS, Indonesia tetap menjalin kerja sama strategis dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Inilah yang disebut Utut sebagai “mendayung di antara dua karang”:
-
Politik Bebas Aktif: Indonesia tidak akan terjebak atau masuk ke dalam blok militer mana pun.
-
Fleksibilitas: Strategi ini menuntut kemampuan negosiasi yang tinggi agar Indonesia tetap bisa mengambil keuntungan dari kedua belah pihak tanpa kehilangan kedaulatan.
3. Tantangan dan Kekhawatiran
Utut mengakui bahwa posisi “kanan-kiri oke” ini memicu perhatian sekaligus kekhawatiran dari dunia internasional. Pertanyaannya adalah seberapa lincah Indonesia bisa menyeimbangkan kepentingan nasional tanpa membuat salah satu pihak merasa ditinggalkan.
Konteks Tambahan: Kedaulatan Udara
Sejalan dengan prinsip tersebut, penasihat Presiden juga baru-baru ini mengingatkan bahwa hukum internasional melarang pesawat militer asing melintasi wilayah RI tanpa izin. Hal ini mempertegas bahwa di balik diplomasi ekonomi yang fleksibel, Indonesia tetap bersikap tegas dalam urusan kedaulatan wilayah.
Strategi ini memang terlihat seperti bermain di “garis tipis”. Jika berhasil, Indonesia bisa menjadi jembatan sekaligus kekuatan ekonomi baru yang diperhitungkan. Namun, jika gagal menyeimbangkan, risiko tekanan dari kekuatan besar yang bertikai bisa menjadi bumerang.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







