Jurnal Pelopor — Industri otomotif Thailand tengah berada di titik balik yang mengkhawatirkan. Setelah Subaru mengumumkan penghentian operasi, Suzuki pun resmi hengkang dari Thailand pada 2025 lalu. Peneliti Senior ITB, Agus Purwadi, memperingatkan bahwa fenomena ini adalah “penyakit” yang bisa menular ke Indonesia jika pemerintah tidak segera membenahi kebijakan industri nasional.
Dominasi Jepang yang Tergerus Drastis
Data menunjukkan angka yang cukup kontras dalam lima tahun terakhir di pasar Thailand:
-
Tahun 2020: Pabrikan Jepang menguasai 90% pangsa pasar.
-
Tahun 2025: Angka tersebut menyusut tajam hingga tersisa 70%.
Penyebab utamanya adalah gempuran produk impor dan agresivitas merek-merek China seperti BYD, GWM, Changan, MG, dan Chery. Pangsa pasar mobil China di Thailand melonjak empat kali lipat dibandingkan tahun 2022, memaksa raksasa Jepang untuk melakukan konsolidasi atau bahkan angkat kaki.
Pelajaran Penting bagi Indonesia
Agus Purwadi menekankan beberapa poin krusial yang harus dicermati pemerintah Indonesia agar tidak mengalami nasib serupa:
-
Tekanan Impor: Tingginya volume produk impor yang masuk menggerus daya saing industri komponen dan perakitan lokal.
-
Ketidakpastian Global: Di tengah situasi uncertainty, Indonesia harus fokus pada kebijakan yang memperkuat ketahanan industri nasional.
-
Respons Cepat: Menutup mata terhadap tutupnya diler-diler brand Jepang adalah kesalahan besar. Pemerintah perlu menyelaraskan kebijakan dengan perubahan tren pasar dunia.
China Tidak Hanya Bermain di Mobil Listrik (EV)
Salah satu temuan menarik adalah strategi pabrikan China yang kini tidak hanya mengandalkan mobil listrik murni (EV). Dipimpin oleh BYD, mereka mulai mendominasi lewat varian Hybrid dan jenis lainnya yang lebih sesuai dengan infrastruktur di Asia Tenggara. Hal inilah yang membuat mereka mampu meraup pasar dengan sangat cepat di ajang pameran otomotif internasional.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






