Jurnal Pelopor — Kapolsek Panipahan, Robiansyah, resmi dicopot dari jabatannya setelah aksi demonstrasi warga terkait maraknya peredaran narkoba di wilayah Rokan Hilir, Riau. Tak hanya itu, Kanit Reskrim Polsek Panipahan, Rahmat Ilyas, juga ditangkap sebagai bagian dari langkah tegas kepolisian menyikapi situasi yang sempat memanas.
Evaluasi Internal Usai Situasi Tak Terkendali
Kapolda Riau, Herry Heryawan, menegaskan bahwa pencopotan dan penangkapan tersebut merupakan bentuk evaluasi atas kinerja jajaran di tingkat Polsek. Menurutnya, aparat dinilai belum mampu menjaga kondusivitas wilayah sehingga aksi warga berkembang menjadi tidak terkendali.
Ia menekankan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Respons Cepat Redam Ketegangan
Selain tindakan internal, kepolisian juga bergerak cepat meredam situasi di lapangan. Kapolres Rokan Hilir bersama Wakil Bupati turun langsung menemui masyarakat dan mengajak tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat untuk berdialog.
Pendekatan ini dinilai efektif untuk menenangkan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut. Hingga kini, kondisi di Panipahan dilaporkan mulai berangsur kondusif dan aktivitas warga kembali normal.
Aksi Warga Dipicu Maraknya Narkoba
Sebelumnya, ratusan warga Panipahan menggelar aksi unjuk rasa yang dipicu keresahan terhadap peredaran narkoba di wilayah mereka. Massa mendesak aparat segera menangkap bandar dan menutup seluruh aktivitas ilegal tersebut.
Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah ricuh saat sebagian massa menyerang rumah seorang pria yang diduga sebagai bandar narkoba. Jumlah massa pun membesar hingga ratusan orang, memicu situasi semakin tidak terkendali.
Imbauan Jaga Kondusivitas
Kapolda Riau mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan. Ia juga memastikan pengawasan di lapangan akan diperketat guna menjaga stabilitas keamanan ke depan.
Langkah tegas ini diharapkan menjadi sinyal kuat bahwa aparat serius dalam menangani persoalan narkoba sekaligus menjaga kepercayaan publik.
Apakah langkah ini cukup untuk meredam peredaran narkoba di Rohil, atau justru membuka fakta baru di balik kasus tersebut?
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







