Jurnal Pelopor — Penampilan Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam terus menjadi sorotan. Meski sudah mencatat enam penampilan di Eredivisie musim 2025/2026, kiper Timnas Indonesia itu belum mampu sepenuhnya meyakinkan sejumlah pengamat sepak bola Belanda.
Kritik terbaru datang dari dua pundit ternama, René van der Gijp dan Johan Derksen. Keduanya secara terbuka mempertanyakan kualitas Paes setelah penampilan inkonsisten Ajax, termasuk saat kalah 1-2 dari FC Twente di Johan Cruyff ArenA.
Performa Masih Naik Turun
Dalam laga tersebut, Paes tetap dipercaya sebagai starter. Ia mencatat tiga penyelamatan penting dan beberapa kontribusi defensif. Namun, dua gol yang bersarang ke gawangnya kembali memicu kritik. Ajax pun harus rela kehilangan poin penting dalam perebutan tiket ke Liga Champions.
Saat ini, Ajax masih tertahan di papan atas dengan selisih poin yang cukup jauh dari pesaing seperti Feyenoord dan NEC Nijmegen. Kondisi ini membuat tekanan terhadap pemain, termasuk Paes, semakin besar.
Kritik Pedas dari Pundit
René van der Gijp menilai Paes kerap melakukan aksi berisiko yang tidak perlu. Ia bahkan menyebut performa sang kiper belum layak untuk klub sebesar Ajax. Sementara itu, Johan Derksen lebih keras lagi dengan mempertanyakan keputusan klub merekrut Paes.
Komentar pedas tersebut memicu perdebatan di kalangan penggemar. Sebagian menilai kritik itu terlalu berlebihan, mengingat Paes baru bergabung pada Februari 2026 dan masih beradaptasi dengan atmosfer kompetisi Eropa.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Didatangkan dari FC Dallas dengan kontrak jangka panjang, Paes sebenarnya memiliki peluang besar menjadi kiper utama Ajax. Apalagi, ia dipercaya menggantikan posisi penjaga gawang yang cedera.
Sejauh ini, Paes mencatat dua clean sheet dari enam laga dengan total tujuh kebobolan. Statistik tersebut memang belum impresif, tetapi masih cukup wajar untuk pemain yang baru bergabung di tengah musim.
Kini, ujian berikutnya menanti saat Ajax menghadapi Heracles Almelo. Laga ini bisa menjadi momen penting bagi Maarten Paes untuk membungkam kritik dan membuktikan kualitasnya.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







