Jurnal Pelopor — Misi bersejarah Artemis II hampir mengalami gangguan tak terduga. Empat astronot dari NASA yang tengah menuju bulan dilaporkan menghadapi masalah pada sistem toilet di kapsul Orion, di tengah perjalanan panjang mereka ke luar angkasa.
Perjalanan Bersejarah ke Bulan
Misi ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, manusia kembali menuju bulan. Para astronot dijadwalkan mengelilingi bulan dan memotret sisi jauh yang belum banyak dijelajahi.
Salah satu awak, Victor Glover, bahkan menggambarkan bagaimana bulan terlihat semakin besar, sementara Bumi tampak semakin kecil dari kejauhan.
Masalah Tak Terduga di Luar Angkasa
Namun di balik misi besar tersebut, muncul kendala teknis yang cukup “membumi”: toilet rusak. Sistem pembuangan urin di kapsul mengalami gangguan sejak awal peluncuran.
Akibatnya, para astronot harus menggunakan kantong pengumpul urin sebagai solusi darurat. Meski terdengar sepele, masalah ini cukup krusial dalam misi luar angkasa yang berlangsung berhari-hari.
Diduga Akibat Penyumbatan Es
Para ahli menduga penyebab kerusakan berasal dari es yang menyumbat saluran pembuangan. Hal ini membuat sistem tidak bisa bekerja secara optimal.
Meski begitu, toilet masih bisa digunakan untuk keperluan lain, sehingga misi tetap berjalan tanpa gangguan besar.
Tantangan Lama dalam Misi Antariksa
Masalah toilet ternyata bukan hal baru. Pihak NASA mengakui bahwa sistem sanitasi di luar angkasa memang sering menjadi tantangan teknis, bahkan sejak era misi Apollo.
Selain itu, kru juga sempat melaporkan adanya bau dari area kamar mandi, yang tentu menjadi tantangan tambahan dalam ruang sempit kapsul.
Tetap Fokus pada Misi Besar
Terlepas dari kendala tersebut, misi Artemis II tetap berjalan sesuai rencana. Para astronot akan menempuh jarak lebih dari 400.000 kilometer sebelum kembali ke Bumi.
Misi ini bahkan berpotensi memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia, melampaui pencapaian Apollo 13.
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, misi ini kembali membuktikan bahwa eksplorasi luar angkasa tidak hanya soal teknologi canggih, tetapi juga kesiapan menghadapi hal-hal tak terduga.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







