Jurnal Pelopor — Sistem pajak digital Coretax kembali jadi sorotan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan adanya oknum internal yang sengaja membuat sistem menjadi rumit. Bahkan, ia menduga ada praktik “main belakang” dengan vendor tertentu yang merugikan wajib pajak.
Desain Sistem Dibuat Rumit?
Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, tampilan Coretax seharusnya memudahkan masyarakat. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Sistem dibuat berlapis dan tidak user-friendly.
Lebih mengejutkan, desain tersebut diduga sengaja dibuat kompleks. Tujuannya agar muncul aplikasi perantara atau interface tambahan yang kemudian “dijual” ke perusahaan besar. Jika benar, ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi sudah masuk ke ranah kepentingan bisnis tertentu.
Vendor Lama Diduga Masuk Diam-Diam
Tak hanya soal desain, masalah lain muncul dari dugaan masuknya kembali vendor lama. Padahal, vendor tersebut sebelumnya sudah dihentikan karena layanan yang buruk.
Namun, menurut Purbaya Yudhi Sadewa, ada pihak internal yang diam-diam memasukkan kembali vendor tersebut. Kini, identitas pelaku masih ditelusuri karena pihak terkait belum mengakui keterlibatannya.
Langkah investigasi pun langsung dilakukan. Pemerintah berjanji akan menindak tegas siapa pun yang terbukti bermain dalam sistem ini.
Dampak ke Wajib Pajak Makin Terasa
Di sisi lain, dampak dari masalah Coretax sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Sistem yang lambat dan berputar-putar membuat proses pelaporan SPT menjadi terganggu.
Akibatnya, pemerintah memberikan relaksasi berupa penghapusan sanksi administratif selama satu bulan. Hingga saat ini, baru sekitar 9 juta wajib pajak yang melapor dari target 15 juta, angka yang menunjukkan sistem belum berjalan optimal.
Perbaikan Menyeluruh, Tapi Bertahap
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perbaikan total tidak bisa dilakukan sekarang. Alasannya, sistem masih digunakan untuk pelaporan pajak tahun berjalan.
Namun ke depan, ia berjanji akan “membersihkan” seluruh sistem, termasuk menghapus interface tambahan yang dianggap sengaja dibuat. Fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas Coretax agar tidak semakin mengganggu wajib pajak.
Kasus ini membuka pertanyaan besar: apakah sistem digital pemerintah sudah benar-benar aman dari permainan oknum dalam?
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







