• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News Business

Rugi Garuda Indonesia Bengkak Rp 5,4 Triliun, Ini Biang Keroknya!

Rugi Garuda Indonesia tembus Rp 5,4 triliun pada 2025, armada bermasalah jadi penyebab utama turunnya pendapatan perusahaan.

musa by musa
24/03/2026
in Business
0
garuda
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Maskapai pelat merah Garuda Indonesia (GIAA) mencatat kerugian besar sepanjang 2025. Total rugi bersih perusahaan mencapai US$ 319,39 juta atau sekitar Rp 5,42 triliun. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp 1,18 triliun.

Armada Bermasalah Jadi Penyebab Utama

Salah satu penyebab utama membengkaknya kerugian adalah banyaknya pesawat yang tidak bisa beroperasi atau unserviceable aircraft, terutama pada semester pertama 2025. Kondisi ini membuat kapasitas produksi penerbangan menurun drastis.

Direktur Utama Glenny Kairupan menjelaskan bahwa keterbatasan armada berdampak langsung pada jumlah penerbangan. Akibatnya, pendapatan perusahaan ikut tertekan karena tidak mampu mengoptimalkan rute yang tersedia.

Meski begitu, hingga akhir 2025, jumlah pesawat yang siap terbang meningkat menjadi 99 armada dari sebelumnya 84 unit di pertengahan tahun. Sementara itu, masih ada 43 pesawat yang dalam proses perawatan.

Penumpang Turun, Pendapatan Ikut Terkoreksi

Penurunan jumlah armada berdampak langsung pada jumlah penumpang. Sepanjang 2025, Garuda Indonesia hanya mengangkut sekitar 21,2 juta penumpang. Angka ini turun 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, pendapatan usaha juga mengalami penurunan. Total pendapatan tercatat sebesar US$ 3,21 miliar, lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai US$ 3,41 miliar. Penurunan ini semakin mempertegas tekanan finansial yang dialami perusahaan.

Beban Operasional dan Kurs Jadi Tekanan Tambahan

Selain masalah armada, fluktuasi nilai tukar rupiah juga ikut memperburuk kondisi keuangan. Di sisi lain, biaya operasional yang tinggi, terutama untuk pemeliharaan dan perbaikan pesawat, menjadi beban besar bagi perusahaan.

Sepanjang 2025, total beban usaha Garuda Indonesia mencapai US$ 3,10 miliar. Beban terbesar berasal dari operasional penerbangan serta biaya maintenance yang nilainya mencapai ratusan juta dolar AS.

Tak hanya itu, tantangan rantai pasok industri aviasi global juga memperlambat proses perbaikan armada. Hal ini membuat biaya semakin membengkak.

Harapan Pemulihan di 2026

Meski menghadapi tekanan berat, Garuda Indonesia tetap optimistis bisa bangkit. Perusahaan kini fokus menjalankan transformasi bisnis dan mempercepat pemulihan armada.

Selain itu, dukungan pendanaan dari BPI Danantara mulai memberikan dampak positif, terutama pada semester kedua 2025.

Ke depan, Garuda menargetkan dapat mengoperasikan 68 pesawat, sementara anak usahanya Citilink menargetkan 50 armada siap terbang pada akhir 2026.

Kini, pertanyaannya, apakah strategi pemulihan ini cukup kuat untuk membawa Garuda keluar dari tekanan dan kembali terbang tinggi?

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #GarudaIndonesia #GIAA #Kerugian #Maskapai #Aviasi #EkonomiIndonesia #BisnisIndonesia
Previous Post

Ogah Minta Bantuan Iran, Jepang Hadapi Ketidakpastian Hormuz

Next Post

Ikuti Yaqut, Immanuel Ebenezer Minta Tahanan Rumah ke KPK!

musa

musa

Related Posts

Shopee
Business

Shopee Raup Laba Rp9,76 Triliun Berkat Transformasi Logistik

11/03/2026
bebek
Business

Kakek 68 Tahun di Rorotan Raup Cuan Fantastis dari Bebek.

04/03/2026
uang
Business

Robert Kiyosaki: Bukan Uang Tunai, Ini 3 Aset Paling Aman

09/02/2026
bitcoin
Business

Pasar Kripto Berdarah! Bitcoin Anjlok 13% dalam Sehari.

07/02/2026
batu
Business

Hitung Bea Keluar Batu Bara, Bahlil Minta Pengusaha Tak Rugi

09/01/2026
sawit
Business

Prabowo: Sawit Bisa Jawab Kebutuhan Energi Papua

18/12/2025
Next Post
yaqut

Ikuti Yaqut, Immanuel Ebenezer Minta Tahanan Rumah ke KPK!

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.