Jurnal Pelopor — Polda Metro Jaya menyatakan bahwa foto terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang viral di media sosial merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Foto tersebut sebelumnya beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun X bernama @Robe1807. Dalam unggahan tersebut, akun itu menampilkan gambar yang diklaim sebagai tangkapan layar kamera CCTV yang memperlihatkan dua orang terduga pelaku.
Polisi Sebut Gambar Berpotensi Menyesatkan
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan bahwa pihak kepolisian telah menganalisis gambar yang beredar tersebut.
Menurutnya, foto yang disebut-sebut sebagai tangkapan CCTV itu diyakini bukan gambar asli, melainkan hasil olahan AI.
Budi menjelaskan bahwa penyebaran gambar tersebut berpotensi menyesatkan proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh aparat kepolisian.
Karena itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait kasus tersebut.
Masyarakat Diminta Bijak Menyebarkan Informasi
Polisi juga meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial. Informasi yang tidak akurat dapat mengganggu proses penyelidikan dan bahkan berpotensi menghambat upaya penangkapan pelaku.
Menurut Budi, pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku penyiraman air keras tersebut.
Ia juga meminta masyarakat memberikan ruang bagi penyidik untuk bekerja secara maksimal agar kasus tersebut dapat segera terungkap.
Kronologi Serangan terhadap Aktivis KontraS
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.
Insiden tersebut terjadi setelah Andrie menghadiri sebuah acara podcast bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Serangan dilaporkan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB ketika korban meninggalkan lokasi acara.
Korban Mengalami Luka Bakar 24 Persen
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan, wajah, dada, dan area mata.
Dari hasil pemeriksaan medis, korban dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 24 persen dari total permukaan tubuhnya.
Korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku di balik aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






