Jurnal Pelopor — Isu mengenai pelarian Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke luar negeri di tengah gempuran Iran menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama setelah pelacak penerbangan menunjukkan pesawat kepresidenan Israel meninggalkan wilayah udara Tel Aviv.
Berdasarkan laporan terkini per 3 Maret 2026, berikut adalah fakta-fakta untuk meluruskan simpang siur informasi tersebut:
1. Benarkah Pesawat Pemerintah Israel Keluar Negeri?
Ya, benar. Data dari FlightRadar24 menunjukkan pesawat Boeing 767-338(ER) milik pemerintah Israel, yang dikenal sebagai “Wing of Zion”, lepas landas dari Israel pada Sabtu (28/2/2026). Pesawat tersebut sempat berputar-putar di atas Laut Mediterania sebelum akhirnya mendarat di Jerman.
2. Apakah Netanyahu Ada di Dalam Pesawat Tersebut?
Tidak. Pemerintah Jerman melalui juru bicara Kanselir, Stefan Kornelius, telah memberikan klarifikasi resmi untuk meredam spekulasi:
-
Hanya Awak Pesawat: Pesawat tersebut dikonfirmasi hanya membawa kru/awak pesawat tanpa ada pejabat negara, termasuk Netanyahu.
-
Tujuan Keamanan: Pemindahan pesawat ke Bandara Berlin dilakukan murni untuk alasan keamanan (menghindari risiko kerusakan akibat serangan rudal Iran di pangkalan udara Israel).
-
Izin Resmi: Pemerintah Israel telah meminta izin terlebih dahulu kepada Jerman untuk “memarkir” pesawat kenegaraan mereka di Berlin selama situasi darurat.
3. Di Mana Netanyahu Saat Ini?
Hingga Selasa (3/3/2026), tidak ada bukti valid yang menunjukkan Netanyahu berada di luar negeri. Laporan internal dari Yerusalem menunjukkan ia tetap berada di Israel untuk memimpin rapat kabinet perang dan mengoordinasikan serangan balasan terhadap Iran dari fasilitas bawah tanah yang aman (bunker).
Ringkasan Fakta Pesawat “Wing of Zion”
| Detail | Fakta Lapangan |
| Nomor Pesawat | B763 (Boeing 767-338 ER) |
| Lokasi Saat Ini | Bandara Berlin, Jerman |
| Penumpang | Hanya Awak Pesawat (Kru) |
| Alasan Evakuasi | Melindungi aset strategis dari serangan rudal/drone Iran |
| Status Netanyahu | Berada di Israel (Memimpin koordinasi militer) |
Disinformasi Media Sosial
Kabar bahwa Netanyahu “kabur” adalah misinformasi yang dipicu oleh pelacakan visual pesawat kenegaraan tanpa memahami konteks prosedur keamanan militer. Dalam situasi perang tingkat tinggi, pemindahan aset udara strategis ke wilayah negara sekutu adalah prosedur standar untuk mencegah kehancuran infrastruktur penting.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






