Jurnal Pelopor — Di tengah eskalasi konflik global yang kian mencemaskan, Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan mengundang para tokoh bangsa, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ke Istana Merdeka pada Selasa (3/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung tertutup namun penuh kehangatan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Prabowo secara khusus mengajak para pendahulunya, termasuk sejumlah mantan wakil presiden dan mantan menteri luar negeri, untuk duduk bersama mendiskusikan navigasi diplomasi Indonesia di tengah badai geopolitik yang sedang menghantam Timur Tengah.
1. Fokus Utama: Ketahanan Nasional di Tengah Krisis
Berdasarkan pernyataan resmi yang diunggah akun Instagram @presidenrepublikindonesia, pertemuan ini menjadi wadah bagi Prabowo untuk menegaskan bahwa setiap langkah diplomasi aktif yang diambilnya saat ini bermuara pada satu tujuan: Kepentingan Nasional.
Presiden menekankan beberapa poin krusial yang menjadi prioritas pemerintah:
-
Ketahanan Pangan: Memastikan pasokan makanan dalam negeri tidak terganggu oleh krisis distribusi global.
-
Kedaulatan Energi: Mengantisipasi dampak penutupan Selat Hormuz yang mulai melambungkan harga BBM non-subsidi di tanah air.
-
Stabilitas Lapangan Kerja: Menjaga agar dinamika global tidak merusak struktur ekonomi domestik.
2. Menggalang Suara Negarawan
Kehadiran Jokowi dan SBY dianggap sebagai simbol persatuan nasional yang sangat kuat. SBY, dengan latar belakang militer dan pengalaman diplomatik internasionalnya, serta Jokowi dengan rekam jejak penguatan ekonomi domestik, memberikan masukan strategis bagi Prabowo.
“Di tengah dinamika global saat ini, Indonesia telah mempersiapkan pasokan serta cadangan jangka panjang, seiring dengan penguatan swasembada di berbagai sektor yang terus digerakkan oleh Presiden,” tulis pernyataan resmi tersebut.
3. Merespons Serangan Rudal ke Al-Udeid
Pertemuan ini menjadi sangat mendesak mengingat situasi di Timur Tengah baru saja mencapai titik didih baru. Laporan terbaru menyebutkan rudal Iran telah menghantam Pangkalan Militer Al-Udeid di Qatar, yang merupakan salah satu pangkalan AS terbesar di kawasan tersebut. Kejadian ini, ditambah dengan penutupan total Selat Hormuz, menuntut Indonesia untuk memiliki posisi tawar dan kesiapan logistik yang matang.
Daftar Tokoh yang Hadir dalam Pertemuan Istana (3 Maret 2026)
| Jabatan | Tokoh yang Hadir |
| Presiden ke-7 RI | Joko Widodo |
| Presiden ke-6 RI | Susilo Bambang Yudhoyono |
| Mantan Wapres | Jusuf Kalla, Boediono (dan tokoh senior lainnya) |
| Mantan Menlu | Para diplomat senior lintas kabinet |
Diplomasi “Jalan Tengah” Prabowo
Langkah Prabowo mengumpulkan para tokoh bangsa ini menunjukkan strategi “Gotong Royong” dalam menghadapi krisis. Dengan mendapatkan dukungan dari dua mantan presiden yang memiliki pengaruh besar, Prabowo ingin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia tetap solid dan stabil, baik secara politik maupun ekonomi, meski berada di bawah bayang-bayang perang besar.
Pertemuan ini juga mengonfirmasi bahwa Indonesia sedang memperkuat cadangan strategis (pangan dan energi) agar tidak mudah terdikte oleh fluktuasi harga global yang ekstrem akibat krisis di Teheran.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







