• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Gabon Mencekam, WNI Jadi Korban Penculikan Bajak Laut

WNI jadi korban penculikan bajak laut di perairan Gabon, Indonesia dan China tingkatkan diplomasi serta pengamanan.

musa by musa
15/01/2026
in Jurnal
0
gabon
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor  —  Pemerintah Indonesia meningkatkan langkah diplomatik dan pengamanan setelah sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban penculikan bajak laut di perairan Gabon, Afrika Tengah. Insiden ini mendorong koordinasi intensif antara Indonesia dan China, mengingat para korban berasal dari kedua negara dan berada dalam satu kapal penangkap ikan yang sama.

Serangan Bajak Laut di Perairan Gabon

Penculikan terjadi pada 11 Januari 2026 di perairan Equata, Gabon. Kapal penangkap ikan IB FISH 7 dilaporkan diserang kelompok bajak laut bersenjata saat sedang beroperasi sekitar tujuh mil dari garis pantai. Dalam serangan tersebut, sembilan awak kapal diculik, terdiri dari empat WNI dan lima warga negara China.

Sementara itu, tiga awak kapal lainnya, termasuk dua WNI, berhasil selamat dan tetap berada di kapal. Mereka kini berada dalam pengawalan Angkatan Laut Gabon menuju Libreville, ibu kota negara tersebut, untuk menjalani pemeriksaan dan pengamanan lanjutan.

Langkah Cepat Pemerintah Indonesia

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan kasus ini secara intensif. Ia menyampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan Indonesia di luar negeri bergerak cepat sejak kabar penculikan diterima.

“Pemerintah memantau perkembangan ini setiap jam. Kami juga berkoordinasi erat dengan Kedutaan Tiongkok karena korban berasal dari dua negara,” ujar Sugiono usai Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2026 di Jakarta.

Menurutnya, koordinasi lintas negara menjadi kunci penting untuk mempercepat upaya penyelamatan dan memastikan keselamatan para korban yang masih disandera.

Peran KBRI dan Otoritas Gabon

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, memastikan bahwa Kedutaan Besar RI di Yaounde terus berkomunikasi dengan otoritas setempat, termasuk aparat keamanan Gabon. Pemerintah Gabon sendiri telah mengerahkan Angkatan Laut untuk memburu para pelaku penculikan yang dilaporkan berjumlah tiga orang dan membawa senjata api.

Heni menegaskan bahwa keselamatan WNI menjadi prioritas utama. Pemerintah Indonesia juga terus mengumpulkan informasi detail terkait identitas para korban, kondisi terakhir mereka, serta kemungkinan motif di balik aksi pembajakan tersebut.

Solidaritas dan Koordinasi dengan China

Koordinasi dengan China dinilai krusial mengingat insiden ini melibatkan kepentingan dua negara. Pemerintah Indonesia dan China sepakat untuk saling bertukar informasi dan mendukung langkah-langkah diplomatik maupun keamanan yang ditempuh Gabon.

Langkah ini juga mencerminkan upaya Indonesia menjaga keselamatan para pekerja migran di sektor perikanan yang kerap menghadapi risiko keamanan tinggi, khususnya di wilayah perairan rawan pembajakan di Afrika.

Komitmen Perlindungan WNI di Luar Negeri

Kasus penculikan di Gabon kembali menegaskan tantangan perlindungan WNI di luar negeri, terutama di sektor kelautan dan perikanan. Pemerintah menyatakan akan terus mengevaluasi sistem pengawasan dan perlindungan bagi WNI yang bekerja di wilayah berisiko tinggi.

Hingga kini, upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Pemerintah Indonesia berharap kerja sama internasional yang solid dapat segera membuahkan hasil dan memastikan seluruh WNI yang diculik dapat kembali dengan selamat.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #WNI #BajakLaut #Gabon #Diplomasi #KeamananMaritim #Indonesia #BeritaInternasional
Previous Post

Kejagung Kejar Aset Jurist Tan Meski Masih Buron

Next Post

Kasus Suap Migor, Jeep Rubicon Ternyata Atas Nama Eks Aspri

musa

musa

Related Posts

venezuela
World

Washington Naikkan Tekanan, Armada Minyak Venezuela Dibidik

15/01/2026
iran
World

Demo Iran Tiga Pekan, Korban Tewas Terus Bertambah

15/01/2026
migor
Nasional

Kasus Suap Migor, Jeep Rubicon Ternyata Atas Nama Eks Aspri

15/01/2026
kejagung
Nasional

Kejagung Kejar Aset Jurist Tan Meski Masih Buron

15/01/2026
ibrahimovic
Olahraga

25 Tahun Berselang, Nama Ibrahimovic Pulang ke Ajax

15/01/2026
sampah
Nasional

Prabowo Serius Atasi Sampah, WTE Digeber Nasional

14/01/2026
Next Post
migor

Kasus Suap Migor, Jeep Rubicon Ternyata Atas Nama Eks Aspri

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.