• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Maduro Dibui, Ekspor Minyak Venezuela ke AS Mulai Dibahas

Venezuela dan AS tengah bahas ekspor minyak mentah Venezuela ke kilang AS, potensi alihkan pasokan dari China

musa by musa
07/01/2026
in World
0
ekspor
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor –  Pemerintah Venezuela dan Amerika Serikat dikabarkan tengah membuka pembicaraan intensif terkait rencana ekspor minyak mentah Venezuela ke kilang-kilang minyak di Amerika Serikat. Informasi ini terungkap dari lima sumber berbeda yang berasal dari kalangan pemerintah, industri energi, dan pelayaran, sebagaimana dilaporkan Reuters pada Selasa (6/1/2026).

Pembahasan tersebut muncul di tengah eskalasi ketegangan politik kedua negara, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat pada akhir pekan lalu. Jika kesepakatan ini terwujud, maka alur ekspor minyak Venezuela berpotensi berubah signifikan, termasuk pengalihan pasokan yang selama ini dikirim ke China.

Blokade Ekspor Picu Krisis Penyimpanan

Sejak pertengahan Desember 2025, Presiden AS Donald Trump memberlakukan blokade ekspor minyak Venezuela sebagai bagian dari tekanan terhadap pemerintahan Maduro. Akibat kebijakan tersebut, jutaan barel minyak Venezuela tertahan di kapal tanker dan fasilitas penyimpanan karena tidak dapat dikirim ke pasar tujuan.

Situasi ini memaksa perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, memangkas produksi karena kapasitas penyimpanan hampir penuh. Para sumber menyebutkan, tanpa adanya jalur ekspor baru dalam waktu dekat, pemangkasan produksi kemungkinan akan diperluas, yang dapat memperburuk kondisi keuangan negara tersebut.

Ambil Jatah China, Pembeli Utama Selama Satu Dekade

Jika ekspor ke AS kembali dibuka, pasokan minyak yang dialihkan besar kemungkinan berasal dari jatah China. Selama lebih dari satu dekade terakhir, China menjadi pembeli utama minyak Venezuela, terutama setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi perdagangan minyak pada 2020.

Namun, dengan kondisi geopolitik terkini, jalur ekspor ke China dinilai tidak lagi menjadi prioritas utama. Pengalihan ini sekaligus mencerminkan perubahan strategi energi Venezuela di tengah tekanan internasional dan krisis politik domestik.

Peran Chevron di Tengah Sanksi

Saat ini, satu-satunya perusahaan yang masih relatif lancar mengekspor minyak Venezuela ke AS adalah Chevron. Perusahaan energi asal Amerika Serikat itu merupakan mitra usaha patungan utama PDVSA dan beroperasi berdasarkan izin khusus dari pemerintah AS.

Chevron selama ini mengekspor sekitar 100.000 hingga 150.000 barel minyak per hari dari Venezuela ke Amerika Serikat. Di tengah blokade yang ketat, Chevron menjadi aktor kunci dalam menjaga aliran minyak Venezuela tetap berjalan, meski dalam volume terbatas.

Kilang AS Siap Olah Minyak Berat Venezuela

Kilang-kilang minyak di kawasan Pantai Teluk Amerika Serikat dikenal memiliki kemampuan teknis untuk mengolah minyak mentah berat Venezuela. Sebelum sanksi energi diberlakukan, AS tercatat mengimpor sekitar 500.000 barel minyak Venezuela per hari.

Meski demikian, masih belum jelas bagaimana mekanisme pembayaran hasil penjualan minyak tersebut dapat diterima oleh PDVSA yang hingga kini masih berada di bawah sanksi internasional. Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih, pemerintah Venezuela, dan PDVSA belum memberikan pernyataan resmi terkait pembahasan tersebut.

Langkah ini dinilai berpotensi mengubah peta perdagangan energi global sekaligus memperdalam dinamika geopolitik antara Amerika Serikat, Venezuela, dan China. Bagaimana kelanjutan negosiasi ini, dan siapa pihak yang paling diuntungkan?

Sumber: Kompas.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Venezuela #Minyak #AmerikaSerikat #Energi #EksporMinyak #Geopolitik
Previous Post

Demi Kedaulatan, Presiden Kolombia Tantang AS dengan Senjata

Next Post

TPS Baktijaya Dikeluhkan Warga, Kelurahan Baktijaya Usulkan Relokasi

musa

musa

Related Posts

greenland
World

Momen Krusial Greenland, Pernyataan Tegas PM Denmark

13/01/2026
google
World

Laporkan Pelecehan, Pegawai Google Malah Dipecat

12/01/2026
kolombia
World

Demi Kedaulatan, Presiden Kolombia Tantang AS dengan Senjata

07/01/2026
lahan
World

Lahan Strategis 500 Meter dari Masjidil Haram Dimenangkan RI

07/01/2026
venezuela
World

Berubah Sikap, Pemimpin Sementara Venezuela Siap Gandeng AS

06/01/2026
nicolas
World

Nicolas Maduro Buka Pengakuan di Sidang Perdana AS

06/01/2026
Next Post
Penampakan TPS Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, yang sampahnya sudah diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. (Foto: Kelurahan Baktijaya)

TPS Baktijaya Dikeluhkan Warga, Kelurahan Baktijaya Usulkan Relokasi

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.