• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Psikolog Bongkar Motif Anak 12 Tahun Bunuh Ibu di Medan

Kasus pembunuhan ibu oleh anak 12 tahun di Medan terus disorot, temuan psikolog ungkap sisi mengejutkan di balik tragedi keluarga.

musa by musa
31/12/2025
in Nasional
0
psikolog
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor –  Kasus pembunuhan ibu kandung oleh anak perempuan berusia 12 tahun di Kota Medan, Sumatera Utara, terus menyita perhatian publik. Peristiwa berdarah yang menewaskan Faizah Soraya (42) itu terjadi di kediaman korban di Jalan Dwikora, Kecamatan Medan Sunggal, pada Rabu, 10 Desember 2025.

Polrestabes Medan menetapkan putri kandung korban, berinisial A, sebagai pelaku utama. Penetapan status Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) terhadap A dilakukan setelah penyelidikan mendalam dan serangkaian pemeriksaan, termasuk asesmen psikologis.

Fakta bahwa pelaku masih duduk di bangku kelas 6 SD membuat kasus ini semakin mengguncang. Namun, temuan psikolog justru membuka sisi lain yang tidak kalah mengejutkan.

Hasil Pemeriksaan Psikologis: Kecerdasan Superior

Psikolog profesional Irna Minauli, yang mendampingi A dalam proses pemeriksaan, mengungkapkan hasil asesmen yang dilakukan dalam empat kali pertemuan. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, A diketahui memiliki tingkat kecerdasan yang tergolong superior.

Menurut Irna, A mampu mempelajari musik dan seni secara otodidak. Prestasi akademik dan non-akademiknya selama ini juga dinilai sangat baik dan menonjol dibandingkan anak seusianya.

Temuan ini mematahkan anggapan awal bahwa tindakan brutal tersebut dilakukan akibat gangguan kecerdasan atau keterbatasan intelektual.

Tidak Ditemukan Gangguan Mental Berat

Lebih lanjut, Irna menegaskan bahwa A tidak menunjukkan gejala gangguan mental berat. Pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda skizofrenia, depresi berat, halusinasi, maupun delusi.

Dalam istilah psikologi forensik, pembunuhan ibu kandung atau matricide sering dikaitkan dengan gangguan kejiwaan serius. Namun, dalam kasus A, faktor tersebut dinyatakan tidak ditemukan.

Hal ini justru menimbulkan pertanyaan besar mengenai apa yang sebenarnya memicu ledakan emosi anak tersebut hingga berujung pada tindakan fatal.

Bom Waktu Emosional dan Rendahnya Empati

Irna menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor psikologis krusial yang saling berkelindan. A disebut memiliki agresivitas tinggi serta emosi yang mudah meluap dan sulit dikendalikan.

Selain itu, tingkat empati A dinilai belum berkembang dengan baik. Kondisi tersebut diperparah oleh minimnya interaksi sosial yang sehat, sehingga kemampuan mengelola emosi negatif tidak terbentuk secara optimal.

Yang paling mengkhawatirkan, A cenderung memendam kemarahan dalam waktu lama. Akumulasi emosi ini akhirnya berubah menjadi “bom waktu emosional” yang meledak dalam bentuk kekerasan ekstrem.

Pengaruh Lingkungan dan Konten Eksternal

Selain faktor internal, Irna juga menyoroti pengaruh eksternal. A diduga pernah mengalami atau menyaksikan kekerasan dalam lingkungan terdekatnya. Pengalaman tersebut meninggalkan jejak psikologis yang dalam.

Tak hanya itu, paparan konten tontonan tertentu juga dinilai berkontribusi. Meski tidak menjadi penyebab tunggal, konten tersebut berpotensi memperkuat fantasi kekerasan pada anak yang belum matang secara emosional.

Cerdas, Namun Tak Memahami Konsekuensi

Ironisnya, kecerdasan tinggi A tidak sejalan dengan pemahaman terhadap konsekuensi moral dan hukum. Secara kognitif, ia mampu berpikir kompleks, namun belum memiliki kematangan emosional untuk memahami dampak perbuatannya.

“Secara intelektual sangat cerdas, tetapi ia tidak memahami konsekuensi dari tindakannya. Karena itu, ia membutuhkan pendampingan khusus dalam proses hukum,” tegas Irna.

Perhatian Serius bagi Perlindungan Anak

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak tentang pentingnya kesehatan mental anak. Aparat penegak hukum, psikolog, serta lembaga perlindungan anak kini dihadapkan pada tantangan besar dalam menangani kasus pidana berat yang melibatkan anak di bawah umur.

Pendekatan hukum yang humanis, rehabilitatif, dan berorientasi pemulihan menjadi kunci agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan. Menurut Anda, sejauh mana lingkungan dan pola asuh berperan dalam mencegah tragedi seperti ini?

Sumber: Liputan6

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #KasusMedan #PembunuhanAnak #ABH #PsikologiAnak #KekerasanKeluarga #HukumAnak #SumateraUtara #jurnalpelopor
Previous Post

Sumsel Siap Tindak Tegas Tambang Batu Bara Pakai Jalan Umum

Next Post

Aktivis Greenpeace Diteror Bangkai Ayam Berisi Ancaman

musa

musa

Related Posts

kpk
Nasional

KPK Sita Dokumen hingga Uang saat Geledah Kantor Ditjen Pajak

14/01/2026
dana haji
Nasional

KPK Buka Dugaan Dana Haji Mengalir ke Elite PBNU

14/01/2026
mark-up
Nasional

Prabowo Murka, Bongkar Dugaan Mark-Up Energi

13/01/2026
banjir
Nasional

Banjir Rendam Jakarta, Sejumlah Ruas Tol Macet Panjang

13/01/2026
balikpapan
Nasional

RDMP Balikpapan Beroperasi, Impor Solar Ditarget Nol

13/01/2026
ronald
Nasional

Timothy Ronald Terseret Laporan Dugaan Penipuan Kripto

12/01/2026
Next Post
greenpeace

Aktivis Greenpeace Diteror Bangkai Ayam Berisi Ancaman

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.