• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

DKI Siapkan Insentif Transportasi dan BPJS untuk Buruh

Pemprov DKI menyiapkan insentif bagi buruh, mulai dari transportasi gratis hingga BPJS Kesehatan untuk meringankan beban hidup.

musa by musa
23/12/2025
in Nasional
0
dki
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor  –  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah insentif bagi para buruh dan pekerja di ibu kota. Kebijakan ini mencakup fasilitas transportasi gratis, subsidi air bersih dari PAM Jaya, hingga pembiayaan BPJS Kesehatan. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk keberpihakan pemerintah daerah di tengah tekanan ekonomi global yang masih dirasakan masyarakat pekerja.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kebijakan insentif ini merupakan inisiatif langsung Pemprov DKI untuk meringankan beban hidup buruh, khususnya mereka yang belum mendapatkan fasilitas memadai dari perusahaan tempat bekerja.

“Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan insentif. Yang pertama adalah insentif untuk transportasi,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (22/12).

Transportasi Umum Gratis bagi Buruh

Insentif pertama yang disiapkan Pemprov DKI adalah pembebasan biaya transportasi bagi buruh yang menggunakan layanan transportasi umum milik Pemerintah Jakarta. Artinya, buruh yang memanfaatkan moda seperti TransJakarta, MRT Jakarta, atau LRT Jakarta akan mendapatkan fasilitas gratis.

Menurut Pramono, kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran harian buruh yang selama ini cukup besar untuk biaya mobilitas dari rumah ke tempat kerja. Selain itu, kebijakan ini juga sejalan dengan upaya Pemprov DKI mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik.

“Kalau mereka menggunakan transportasi yang dikelola Pemerintah Jakarta, maka akan digratiskan,” jelasnya.

Pemprov DKI Tanggung BPJS Kesehatan Buruh

Selain transportasi, Pemprov DKI Jakarta juga akan menanggung biaya BPJS Kesehatan bagi buruh yang tidak memperoleh jaminan kesehatan dari perusahaan. Langkah ini dinilai penting mengingat masih banyak pekerja, khususnya di sektor informal atau usaha kecil, yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Pramono menegaskan bahwa jaminan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan. Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan buruh dapat bekerja dengan rasa aman tanpa kekhawatiran soal biaya pengobatan.

Subsidi Air Bersih PAM Jaya

Insentif berikutnya adalah subsidi air bersih dari PAM Jaya. Pemprov DKI membuka peluang bagi buruh dan pekerja untuk mendapatkan keringanan biaya air bersih, terutama bagi mereka yang tergolong berpenghasilan rendah.

“Saya sudah meminta kepada PAM Jaya, kalau buruh atau para pekerja ingin mendapatkan subsidi air bersih dari PAM Jaya, maka kami akan memberikan untuk itu,” kata Pramono.

Kebijakan ini dinilai strategis karena air bersih merupakan kebutuhan pokok rumah tangga yang langsung berdampak pada kualitas hidup masyarakat.

Di Luar Aturan PP Pengupahan

Pramono menjelaskan bahwa pemberian insentif tersebut tidak diatur secara khusus dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51. Namun, Pemprov DKI mengambil inisiatif karena memahami kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

“Dalam kondisi ekonomi dunia seperti sekarang, hal-hal inilah yang membuat buruh memiliki energi lebih untuk bekerja lebih baik,” ujarnya.

Pembahasan UMP DKI Jakarta

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menuntaskan pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP). Pramono menargetkan keputusan UMP dapat diumumkan dalam waktu dekat setelah melalui pembahasan antara perwakilan buruh dan pengusaha.

Penentuan UMP mengacu pada PP Nomor 49 Tahun 2025, dengan rentang kenaikan antara 0,5 hingga 0,9 persen. Pramono menegaskan pemerintah daerah akan bersikap adil dan berimbang dalam menengahi kepentingan kedua belah pihak.

Kombinasi antara kebijakan UMP dan insentif non-upah ini diharapkan mampu menjaga daya beli buruh sekaligus menciptakan iklim kerja yang lebih kondusif di Jakarta.

Sumber: CNN Indonesia

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Buruh #DKIJakarta #PramonoAnung #InsentifPekerja #TransportasiGratis #BPJSKesehatan #PemprovDKI #jurnalpelopor
Previous Post

Jembatan Limpas Hancur, Ekskavator Jadi Penyelamat Warga

Next Post

Bareskrim Jerat Wagub Babel dalam Kasus Ijazah Palsu

musa

musa

Related Posts

kpk
Nasional

KPK Sita Dokumen hingga Uang saat Geledah Kantor Ditjen Pajak

14/01/2026
dana haji
Nasional

KPK Buka Dugaan Dana Haji Mengalir ke Elite PBNU

14/01/2026
mark-up
Nasional

Prabowo Murka, Bongkar Dugaan Mark-Up Energi

13/01/2026
banjir
Nasional

Banjir Rendam Jakarta, Sejumlah Ruas Tol Macet Panjang

13/01/2026
balikpapan
Nasional

RDMP Balikpapan Beroperasi, Impor Solar Ditarget Nol

13/01/2026
ronald
Nasional

Timothy Ronald Terseret Laporan Dugaan Penipuan Kripto

12/01/2026
Next Post
bareskrim

Bareskrim Jerat Wagub Babel dalam Kasus Ijazah Palsu

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.