Jurnal Pelopor – Kebakaran besar yang melanda permukiman padat di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, menyisakan duka mendalam. Sedikitnya 2.000 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke tenda darurat sejak Jumat (6/6/2025) siang. Untuk membantu pemulihan mental korban, terutama anak-anak dan ibu-ibu, Polres Metro Jakarta Utara menggelar trauma healing pada Minggu (8/6/2025).
500 Rumah Ludes dalam 11 Jam
Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.18 WIB dan baru padam total pukul 23.15 WIB. Sebanyak 500 rumah semi permanen dilaporkan hangus terbakar. Selain itu, tiga warung dan satu gudang juga ikut dilalap api. Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, ribuan warga kini terpaksa tinggal di pengungsian, sebagian besar di atas lahan milik PT DHI.
Polwan Ajak Anak-anak Bernyanyi dan Bermain
Untuk memulihkan trauma para korban, tim Polwan Polres Metro Jakut dipimpin Kompol Lus Triningsih mengadakan sesi trauma healing. Anak-anak diajak bermain dan bernyanyi, sementara para ibu mendapatkan layanan konseling dari tim psikolog. Kegiatan ini berlangsung di lokasi pengungsian dan disambut hangat oleh warga.
Layanan Kesehatan dan Nasi Kotak Disiapkan
Selain dukungan mental, tim medis Polres juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Tak hanya itu, dapur lapangan dari Polda Metro Jaya membagikan makanan siap saji untuk semua pengungsi. Langkah cepat dan responsif ini diharapkan bisa meringankan beban warga yang masih beradaptasi dengan kondisi darurat.
Saat Luka Terbakar, Empati yang Menyembuhkan
Bencana memang tak bisa dicegah, tetapi kehadiran aparat dan relawan dengan empati tulus sangat membantu proses pemulihan. Trauma healing bukan sekadar hiburan, tapi bagian penting dalam menyelamatkan masa depan warga terdampak—khususnya anak-anak. Saat ini, solidaritas dan kepedulian sosial jadi nyala harapan di tengah abu Kapuk Muara.
Sumber: Liputan6
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







