Jurnal Pelopor – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi mengukir sejarah dengan meraih gelar runner-up Red Bull Rookies Cup 2025. Kepastian ini datang setelah ia finis kelima pada Race 2 Seri San Marino yang berlangsung di Sirkuit Misano, Italia, Minggu (14/9/2025). Capaian ini menjadi tonggak penting dalam karier Veda, sekaligus menandai peningkatan pesat performanya di musim keduanya berlaga di ajang pembinaan pembalap muda dunia tersebut.
Musim 2025 yang Spektakuler
Veda membuka musim ini dengan performa menjanjikan. Ia langsung naik podium ketiga di Seri Jerez, Spanyol, dan menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang musim.
- Seri Aragon (Spanyol): dua kali finis keempat
- Seri Mugello (Italia): dua kemenangan gemilang secara beruntun
- Seri Sachsenring (Jerman): finis keempat di Race 1 dan juara di Race 2
- Seri Austria: dua kali finis kedua
Satu-satunya kendala besar datang saat cedera tangan di ajang JuniorGP membuatnya absen di Seri Prancis (Le Mans). Namun, bukannya melemah, ia bangkit dan justru semakin kuat hingga menjelang akhir musim. Hasil-hasil impresif ini menempatkannya di peringkat tiga besar klasemen sebelum putaran penutup di Misano, bersaing ketat dengan Brian Uriarte (Spanyol) dan Hakim Danish (Malaysia).
Ketegangan di Seri Penutup Misano
Menjelang seri Misano, Veda hanya tertinggal 21 poin dari Uriarte dan unggul 5 poin atas Danish, membuat peluang juara masih terbuka. Namun, di Race 1 Misano, ia mengalami kecelakaan akibat senggolan dengan Danish dan Yaroslav Karpushin, sehingga gagal finis.
Akibat insiden ini, Uriarte pun mengunci gelar juara lebih awal, sedangkan Veda turun ke posisi ketiga klasemen, terpaut hanya satu poin dari Danish.
Di Race 2, Veda tampil agresif dan terus bertarung di barisan depan. Ia bahkan sempat berada di posisi ketiga pada lap terakhir. Sayangnya, Veda melakukan kesalahan saat melebar di tikungan dan kembali ke jalur dengan manuver agresif, sehingga dijatuhi penalti tiga detik (konversi dari long lap penalty). Meski melintasi garis finis di posisi keempat, penalti membuatnya turun ke posisi kelima.
Namun, hasil ini tetap cukup untuk membuatnya menyalip Danish di klasemen dan mengamankan posisi runner-up akhir musim.
Bukti Daya Juang dan Mental Baja
Prestasi ini menunjukkan mental juara dan daya juang luar biasa dari Veda. Di usia yang baru 16 tahun, ia mampu bersaing dengan para pembalap terbaik muda dunia, menghadapi tekanan besar, cedera, hingga persaingan ketat. Sebelumnya, Veda juga telah membuktikan diri dengan menjadi juara Asia Talent Cup 2023.
Meski gagal merebut gelar juara, musim ini membuktikan bahwa Veda telah berkembang pesat sebagai pembalap. Ia juga menunjukkan kematangan strategi balap, konsistensi, dan ketenangan dalam menghadapi situasi sulit — kualitas penting untuk menembus jenjang balap dunia.
Harapan Besar untuk Masa Depan
Keberhasilan Veda menjadi runner-up ini membuka jalan menuju kompetisi yang lebih tinggi seperti Moto3 atau JuniorGP secara penuh. Banyak pengamat balap menilai performa Veda sudah cukup untuk bersaing di level dunia. Beberapa bahkan memprediksi ia bisa menjadi pembalap Indonesia pertama yang menembus MotoGP dalam beberapa tahun ke depan jika mendapat dukungan yang tepat.
Dukungan dari berbagai pihak mulai dari federasi, sponsor, hingga pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan Veda mendapat jalur pengembangan yang optimal. Dengan potensi dan semangat juangnya, Indonesia kini memiliki harapan baru dalam dunia balap motor internasional.
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






