Jurnal Pelopor — Utang pemerintah Amerika Serikat tercatat meningkat sangat cepat pada awal masa pemerintahan Donald Trump di periode keduanya sebagai presiden. Data terbaru menunjukkan bahwa rata-rata utang federal AS bertambah sekitar Rp110 triliun setiap hari sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025.
Lonjakan Utang dalam 14 Bulan
Data dari situs resmi pemerintah AS, FiscalData.treasury.gov, memperlihatkan bahwa total utang federal pada akhir Desember 2024 berada di angka sekitar 36,2 triliun dolar AS. Angka tersebut kemudian naik menjadi sekitar 38,9 triliun dolar AS pada 10 Maret 2026.
Artinya, dalam waktu sekitar 14 bulan pertama pemerintahan Trump periode kedua, utang AS bertambah sekitar 2,7 triliun dolar AS. Jika dikonversi menggunakan kurs sekitar Rp16.890 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp45.603 triliun.
Jika dihitung rata-rata per hari sejak pelantikan Trump pada 20 Januari 2025 hingga 10 Maret 2026, tambahan utang tersebut mencapai sekitar Rp110 triliun setiap hari.
Secara persentase, kenaikan utang ini mencapai sekitar 7,45 persen dibandingkan posisi sebelum Trump kembali menjabat sebagai presiden.
Komponen Utang Pemerintah AS
Total utang pemerintah AS terdiri dari dua komponen utama. Pertama adalah debt held by the public, yaitu utang yang dimiliki oleh pihak di luar pemerintah federal seperti investor, bank, dan lembaga keuangan.
Komponen kedua adalah intragovernmental holdings, yakni utang pemerintah kepada lembaga atau dana milik pemerintah sendiri.
Utang tersebut tersebar dalam berbagai instrumen keuangan seperti Treasury Bills, Treasury Notes, Treasury Bonds, Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS), Floating Rate Notes, hingga U.S. Savings Securities.
Lebih Cepat dari Periode Pertama Trump
Kenaikan utang ini juga tercatat lebih cepat dibandingkan awal masa jabatan Trump pada periode pertamanya.
Pada akhir Desember 2016, sebelum Trump pertama kali menjabat, utang pemerintah AS berada di sekitar 19,97 triliun dolar AS. Pada Maret 2018, angkanya meningkat menjadi sekitar 21,08 triliun dolar AS.
Artinya, dalam 14 bulan pertama periode pertama Trump, utang bertambah sekitar 1,11 triliun dolar AS atau sekitar 5,57 persen.
Jika dibandingkan dengan periode kedua saat ini, tambahan utang mencapai sekitar 1,58 triliun dolar AS lebih besar, menunjukkan laju akumulasi utang yang jauh lebih cepat.
Lonjakan ini menggambarkan besarnya kebutuhan pembiayaan pemerintah AS, terutama untuk kebijakan fiskal, program ekonomi, dan berbagai pengeluaran negara di tengah dinamika ekonomi global.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






