• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

UI Nilai Diskon Listrik dan Tiket Pesawat Pro Kelas Menengah!

Pemerintah dinilai tepat lindungi kelas menengah lewat subsidi listrik dan tiket, upaya strategis jaga stabilitas konsumsi dan ekonomi.

musa by musa
20/06/2025
in Nasional
0
diskon listrik
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Pemerintah Presiden Prabowo Subianto mendapat pujian dari kalangan akademisi, khususnya dari Universitas Indonesia, atas langkah pemberian subsidi diskon tarif listrik dan tiket pesawat yang dinilai tepat sasaran. Program ini dipandang sebagai upaya menjaga daya beli dan mencegah “kemerosotan” kelompok kelas menengah ke jurang kemiskinan.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Prof. Telisa Aulia Falianty, menyampaikan dalam forum CNBC Indonesia Economic Update 2025 bahwa program-program tersebut mampu menjadi “bantalan ekonomi” di tengah ancaman ketidakpastian global.

“Sekarang banyak stimulus untuk menjaga kelas menengah. Diskon listrik, diskon tiket, bantuan subsidi upah itu semua contoh bagaimana negara melindungi konsumsi dari kelompok penting ini,” ujar Telisa di Hotel Borobudur, Jakarta (18/6/2025).

Ia menegaskan bahwa kelas menengah adalah segmen vital dalam struktur ekonomi Indonesia. Ketika daya beli kelompok ini turun, maka konsumsi nasional yang menyumbang lebih dari 50 persen PDB Indonesia akan ikut goyah. Oleh sebab itu, strategi pemerintah memberikan subsidi ke segmen ini dinilai sebagai langkah antisipatif yang adaptif terhadap dinamika ekonomi.

Kelas Menengah Mulai Tertekan

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan penurunan signifikan dalam jumlah penduduk kelas menengah. Pada 2019, jumlah kelas menengah mencapai 21,45% dari populasi, namun merosot menjadi 17,44% atau 47,85 juta jiwa pada 2024. Sebaliknya, jumlah kelompok rentan miskin meningkat drastis dari 54,97 juta menjadi 67,69 juta orang dalam periode yang sama.

Kondisi ini menandakan adanya tekanan nyata yang dialami masyarakat menengah akibat inflasi, fluktuasi harga pangan dan energi, serta efek domino dari perlambatan ekonomi global.

APBN Jadi Perisai: Counter-Cyclical & Adaptive Learning

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Febrio Kacaribu, turut menyampaikan bahwa strategi fiskal Indonesia berfungsi sebagai penahan guncangan (shock absorber). Pemerintah tetap menjaga belanja negara tinggi, terutama di bidang sosial dan infrastruktur dasar, meski penerimaan pajak melemah akibat perlambatan ekonomi.

“Global memang cukup menantang. Tapi APBN kita siapkan agar tetap kuat dan bisa membantu rakyat agar tidak terdampak signifikan dari ketidakpastian tersebut,” ujarnya.

Febrio menyebut dua pilar utama ketahanan nasional saat ini adalah ketahanan pangan dan energi, yang juga menjadi prioritas dalam alokasi anggaran.

Harapan Kelas Menengah Naik Lagi

Pemerintah juga disebut sedang mengkaji perluasan batas bantuan subsidi upah, yang sebelumnya hanya menyasar pekerja bergaji maksimal Rp3,5 juta. Ada harapan bahwa bantuan ini akan menjangkau segmen dengan gaji hingga Rp5 juta atau lebih seiring waktu dan kebutuhan.

Telisa menekankan, pemerintah sudah mulai menunjukkan “adaptive learning” yakni proses belajar dari krisis-krisis sebelumnya, seperti pandemi, agar tidak mengulangi kesalahan dan bisa menyesuaikan diri dengan cepat dalam mengelola ekonomi.

Kesimpulan:

Langkah pemerintah memberikan subsidi langsung seperti diskon listrik dan tiket pesawat dinilai bukan populisme semata, melainkan strategi bertahan agar kelompok kelas menengah tidak jatuh miskin. Di tengah ekonomi dunia yang gonjang-ganjing, mitigasi dan subsidi bertarget adalah kunci menjaga keseimbangan domestik.

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #KelasMenengah #SubsidiPemerintah #TelisaAuliaFalianty #EkonomiIndonesia #DayaBeliMasyarakat #KonsumsiDomestik #StabilitasEkonomi #CNBCIndonesia #KebijakanPublik #JurnalPelopor
Previous Post

RI-Rusia Sepakat! Nuklir Damai Hingga Investasi Rp35 T

Next Post

Dirjen Baru Kemenkeu: APBN Jangan Lepas dari Rakyat Kecil!

musa

musa

Related Posts

Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
keraton
Nasional

Konflik Keraton Memanas, Ancaman Gugatan PTUN

19/01/2026
ferry irawan
Nasional

Di Balik Tragedi Pesawat ATR, Kisah Ferry Irawan

19/01/2026
evakuasi
Nasional

Bagian Pesawat ATR Ditemukan, Proses Evakuasi Masih Tertahan

19/01/2026
kpk
Nasional

KPK Sita Dokumen hingga Uang saat Geledah Kantor Ditjen Pajak

14/01/2026
dana haji
Nasional

KPK Buka Dugaan Dana Haji Mengalir ke Elite PBNU

14/01/2026
Next Post
apbn

Dirjen Baru Kemenkeu: APBN Jangan Lepas dari Rakyat Kecil!

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.