• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Trenggono: “Indonesia Tertinggal dari Vietnam dan Jepang!”

Menteri KKP Trenggono akui Indonesia tertinggal dari Vietnam dan Jepang di sektor perikanan, meski produksi nasional capai 13 juta ton.

musa by musa
29/10/2025
in Nasional
0
Trenggono
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengakui bahwa Indonesia masih tertinggal dari sejumlah negara Asia seperti Vietnam dan Jepang dalam industri kelautan dan perikanan. Padahal, potensi sumber daya laut Indonesia sangat besar.

Dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025), Trenggono menjelaskan bahwa produksi perikanan nasional mencapai sekitar 13 juta ton per tahun gabungan dari hasil tangkapan laut sebanyak 7,5 juta ton dan hasil budidaya sekitar 5,5 juta ton. Ditambah lagi, Indonesia mampu memproduksi hingga 10 juta ton rumput laut setiap tahun.

Namun, angka besar tersebut belum mampu mengangkat kontribusi sektor perikanan terhadap ekonomi nasional. Saat ini, sektor kelautan dan perikanan baru menyumbang 2,59% terhadap PDB, dengan nilai ekspor sekitar US$ 5,5 miliar per tahun.

“Angka itu memang belum maksimal. Ekspor kita masih didominasi udang, rumput laut, tuna, sotong, dan gurita. Tapi dibandingkan negara lain, kita masih tertinggal,” ujar Trenggono.

Kalah dari Norwegia, Jepang, hingga Vietnam

Trenggono menyebut bahwa pasar global seafood saat ini bernilai hingga US$ 414 miliar, dan Indonesia belum mampu bersaing secara optimal di dalamnya. Negara seperti Norwegia berhasil menjadi pemimpin dunia lewat produk salmon, sementara Thailand bahkan punya perusahaan perikanan dengan valuasi mencapai US$ 5 miliar.

“Saya pernah ketemu pengusaha perikanan terbesar di Brazil. Di Indonesia belum ada satu pun perusahaan perikanan yang valuasinya tembus US$ 1 miliar,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menyoroti bahwa Vietnam menjadi contoh sukses negara dengan strategi budidaya yang terencana.

“Vietnam itu budidaya 25 juta ton, tangkapan lautnya cuma 3 juta. Tapi ekspornya mendominasi Timur Tengah. Sementara Indonesia, nol,” katanya dengan nada tegas.

Belajar dari Norwegia dan Jepang

Trenggono menuturkan, saat kunjungannya ke Norwegia, ia melihat kunci sukses industri perikanan di sana adalah penguasaan teknologi budidaya dan riset ikan sejak dini. Negara tersebut mampu mengidentifikasi kualitas ikan dari kecil hingga siap konsumsi, termasuk menjaga kadar nutrisi dan keamanan pangan lautnya.

Hal ini juga menjadi keunggulan Jepang dan Vietnam, yang sukses mengintegrasikan riset, teknologi, dan industri.

“Padahal kita lautnya jauh lebih luas. Tapi Jepang masih unggul dalam teknologi dan sistem,” ucapnya.

Janji KKP untuk Berbenah

Meski mengakui ketertinggalan itu, Trenggono menegaskan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berkomitmen memperkuat budidaya laut, pesisir, dan darat secara berkelanjutan.

Menurutnya, jika Indonesia mampu mengembangkan sistem budidaya modern dalam 10–15 tahun mendatang, maka potensi ekonomi biru bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi nasional.

“Kalau kita bisa perkuat budidaya, itu akan jadi kompetensi inti kita untuk bersaing dengan negara lain,” tegasnya.

Menuju Ekonomi Biru yang Kompetitif

Trenggono menutup paparannya dengan optimisme. Ia yakin Indonesia mampu bangkit jika semua pihak bersinergi dalam membangun industri perikanan berbasis teknologi dan efisiensi.

“Laut kita luas, sumber daya kita besar. Tapi tanpa pembenahan dan inovasi, kita akan terus tertinggal. Saatnya Indonesia jadi pemain utama di ekonomi biru,” pungkasnya.

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #IndonesiaMaritim #EkonomiBirukita #PerikananNasional #Trenggono #PotensiLaut #PDBIndonesia #IndustriPerikanan #MaritimBangkit
Previous Post

Nikita Mirzani Santai Usai Divonis 4 Tahun: “Kirain Tadi 30 Tahun!”

Next Post

Dua Hal Penting yang Diminta Nova Arianto ke Timnas U-17

musa

musa

Related Posts

kpk
Nasional

KPK Sita Dokumen hingga Uang saat Geledah Kantor Ditjen Pajak

14/01/2026
dana haji
Nasional

KPK Buka Dugaan Dana Haji Mengalir ke Elite PBNU

14/01/2026
mark-up
Nasional

Prabowo Murka, Bongkar Dugaan Mark-Up Energi

13/01/2026
banjir
Nasional

Banjir Rendam Jakarta, Sejumlah Ruas Tol Macet Panjang

13/01/2026
balikpapan
Nasional

RDMP Balikpapan Beroperasi, Impor Solar Ditarget Nol

13/01/2026
ronald
Nasional

Timothy Ronald Terseret Laporan Dugaan Penipuan Kripto

12/01/2026
Next Post
nova arianto

Dua Hal Penting yang Diminta Nova Arianto ke Timnas U-17

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.