Jurnal Pelopor – Suasana mencekam menyelimuti sebuah indekos di Jalan Monginsidi, Kelurahan Payaman, Nganjuk, pada Selasa (25/11) malam. Seorang pria berinisial DS (30) menghabisi nyawa EN (41) dan putranya EJ (22) secara sadis menggunakan pisau dapur. Kedua korban diketahui merupakan istri dan anak dari Aipda Iswandi, anggota Polsek Kertosono, Kabupaten Kediri. Pelaku bahkan sempat membakar ruangan indekos tempat para korban tinggal.
Warga sekitar mengaku panik ketika mendengar keributan di tengah malam.
“Setengah satu malam mendengar ramai-ramai. Lari ke sana ke sini,” ujar seorang saksi bernama Supinah.
Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku
Informasi dugaan penganiayaan langsung direspons oleh jajaran Polres Nganjuk. Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso mengatakan bahwa tim bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pengejaran pelaku.
“Alhamdulillah dalam waktu singkat terduga pelaku sudah berhasil diamankan di rumahnya,” ungkap Henri.
Pelaku DS, warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, ditangkap tanpa perlawanan berarti. Polisi kini menelusuri lebih jauh hubungan antara pelaku dan keluarga korban.
Motif Awal Diduga Sakit Hati
Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Sukaca menjelaskan bahwa dari pemeriksaan awal, penyebab tindakan brutal tersebut mengarah pada motif sakit hati. Namun, penyidik masih mendalami keterkaitan antara pelaku dan korban.
“Tim masih mengumpulkan bukti tambahan, memeriksa saksi-saksi, dan memperjelas hubungan antara terduga pelaku dan para korban,” ujarnya.
Dua Tewas, Satu Korban Selamat dalam Kondisi Kritis
Dalam insiden tersebut, polisi menemukan tiga korban. EN dan putranya EJ (22) tewas dengan sejumlah luka tusukan. Sementara itu, satu korban lainnya, ED (18), berhasil selamat dan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Nganjuk.
Korban selamat masih menjalani perawatan intensif. Luka yang dialami cukup serius akibat upaya pelaku menyerang seluruh penghuni kamar kos.
Lokasi Kejadian Terbakar dan Viral di Media Sosial
Selain pembunuhan, ruangan indekos tempat korban tinggal ikut terbakar. Insiden itu membuat kasus semakin viral di media sosial. Polisi telah memasang garis polisi dan mensterilkan area tersebut untuk mencegah kerumunan.
“Korban selamat saat ini dalam penanganan intensif tenaga medis,” tambah Sukaca.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif lengkap dan kronologi detail pembunuhan disertai pembakaran ini. Kasus tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga serta mengguncang ketenangan warga sekitar.
Sumber: Liputan6
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







