Jurnal Pelopor — Dunia Arab kembali diguncang pernyataan kontroversial Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Dalam sebuah wawancara dengan saluran Israel i24, Netanyahu menyinggung soal visi “Israel Raya” (Greater Israel) yang diyakini kalangan ultra-nasionalis mencakup wilayah lebih luas dari batas negara Israel saat ini. Visi tersebut bahkan disebut-sebut menyasar lima negara sekaligus.
Isi Visi Israel Raya
Dalam wawancara tersebut, Netanyahu ditunjukkan sebuah peta yang digambarkan sebagai “Tanah yang Dijanjikan.” Meski peta itu tak ditayangkan di layar, Netanyahu mengaku merasa “sangat terhubung” dengan ide ekspansi itu. Ia bahkan menyebutnya sebagai “misi bersejarah dan spiritual” bagi Israel.
Secara historis, istilah Israel Raya merujuk pada klaim terhadap wilayah yang lebih besar, termasuk:
- Palestina
- Lebanon
- Yordania
- Mesir
- Suriah
Pernyataan Netanyahu ini semakin memperkuat anggapan bahwa Israel masih memendam ambisi ekspansionis di luar batas kedaulatan yang diakui dunia internasional.
Reaksi Keras Arab Saudi
Rencana tersebut langsung memicu gelombang protes dari negara-negara Arab. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, melalui pernyataan resmi yang disiarkan kantor berita SPA, menegaskan penolakan tegas terhadap segala bentuk ekspansi Israel.
Riyadh menegaskan kembali bahwa rakyat Palestina memiliki hak historis dan hukum untuk mendirikan negara merdeka. Saudi juga memperingatkan bahwa ambisi Netanyahu justru mengancam stabilitas regional dan perdamaian global.
Qatar Ikut Mengecam
Tak hanya Arab Saudi, Qatar juga mengecam keras komentar Netanyahu. Kementerian Luar Negeri Qatar menilai visi Israel Raya merupakan bentuk “arogansi” yang melanggar kedaulatan negara lain.
Doha memperingatkan bahwa pernyataan itu berpotensi memicu eskalasi kekerasan lebih jauh di Timur Tengah. Qatar menegaskan kembali hak sah rakyat Arab dan menyerukan solidaritas internasional untuk menghadapi provokasi Israel.
Implikasi Regional
Ambisi Netanyahu jelas membawa konsekuensi serius. Jika ide Israel Raya terus dipromosikan, bukan tidak mungkin konflik di Gaza dan wilayah lain akan merembet menjadi ketegangan lebih luas. Negara-negara Arab diyakini akan memperkuat dukungan terhadap Palestina dan menekan Israel di forum internasional.
Selain itu, ekspansi wilayah secara sepihak berpotensi menyalakan kembali konflik lama dengan Suriah, Lebanon, dan Mesir, yang selama ini masih berada dalam status “gencatan senjata rapuh.”
Kesimpulan
Pernyataan Netanyahu tentang Israel Raya menambah panjang daftar provokasi politik Israel di kawasan. Dengan menargetkan wilayah lima negara Arab, Israel berisiko membuka babak baru konflik regional yang jauh lebih besar. Gelombang kecaman dari Arab Saudi dan Qatar menjadi sinyal kuat bahwa dunia Arab siap bersatu menentang ambisi ekspansionis tersebut.
Sumber: CNN Indonesia
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:







