• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Target Energi Hijau Tinggi, Investasi Rp340 T Wajib Disiapkan

MPR RI menyebut Indonesia butuh investasi EBT Rp340 triliun per tahun demi percepatan transisi energi hijau hingga 2035.

musa by musa
31/12/2025
in Nasional
0
energi hijau
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor –  Indonesia membutuhkan investasi sangat besar untuk mempercepat transisi menuju energi hijau. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mengungkapkan, kebutuhan investasi sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai sekitar US$ 19 miliar atau setara Rp 340 triliun per tahun selama 10 tahun ke depan.

Jika ditotal, kebutuhan pendanaan tersebut mencapai US$ 190 miliar atau sekitar Rp 3.400 triliun hingga 2035. Dana jumbo ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur energi bersih sekaligus upaya Indonesia menekan ketergantungan pada energi fosil.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan, besarnya kebutuhan investasi ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menghadapi krisis iklim yang dampaknya kian nyata di Indonesia.

Kejar Target Pembangunan EBT Nasional

Eddy menjelaskan, investasi tersebut diperlukan untuk mengejar target pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan yang telah ditetapkan pemerintah. Target itu tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Dalam periode tersebut, Indonesia berkomitmen membangun hampir 70 Giga Watt (GW) pembangkit listrik baru. Dari jumlah itu, sekitar 52 GW akan berasal dari energi baru dan energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, air, panas bumi, hingga bioenergi.

Menurut Eddy, tanpa suntikan investasi yang konsisten setiap tahun, target ambisius tersebut sulit tercapai. Padahal, transisi energi dinilai krusial untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menekan emisi karbon.

Dampak Ekonomi: Lapangan Kerja hingga PDB

Di balik kebutuhan dana yang besar, Eddy menilai investasi energi hijau justru akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Salah satu manfaat utama adalah terciptanya lapangan kerja baru di sektor hijau atau green jobs.

Ia memperkirakan, pengembangan sektor EBT berpotensi menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan kerja baru di berbagai bidang, mulai dari konstruksi, manufaktur, hingga teknologi energi bersih.

Selain itu, investasi ini diyakini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pengembangan energi terbarukan dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Dorong Ekonomi Karbon Nasional

Transisi energi juga membuka peluang terciptanya ekonomi karbon di Indonesia. Eddy menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk mengembangkan perdagangan karbon, mengingat kekayaan sumber daya alam dan potensi energi bersih yang besar.

Ia menekankan, Indonesia kini telah memiliki payung hukum yang jelas melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025, yang mengatur mekanisme ekonomi karbon.

Dengan regulasi tersebut, peluang investasi di sektor energi hijau dan perdagangan karbon dinilai semakin terbuka, baik dari dalam maupun luar negeri.

 Persaingan Global Semakin Ketat

Eddy mengingatkan, Indonesia tidak boleh lengah dalam perlombaan transisi energi global. Saat ini, banyak negara berlomba menarik pendanaan dan teknologi energi terbarukan.

Jika Indonesia bergerak lambat, peluang mendapatkan investasi strategis bisa beralih ke negara lain di kawasan. Oleh karena itu, percepatan kebijakan, kepastian regulasi, dan dukungan politik dinilai menjadi kunci keberhasilan transisi energi nasional.

“Kita tidak boleh tertinggal lagi dan tidak boleh lengah. Transisi energi ini bukan pilihan, tapi keharusan,” tegas Eddy.

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #EnergiTerbarukan #EBT #TransisiEnergi #InvestasiHijau #MPRRI #Iklim #EnergiBersih #jurnalpelopor
Previous Post

Resmi! Bandung BJB Tandamata Luncurkan Skuad Proliga 2026

Next Post

Sumsel Siap Tindak Tegas Tambang Batu Bara Pakai Jalan Umum

musa

musa

Related Posts

kpk
Nasional

KPK Sita Dokumen hingga Uang saat Geledah Kantor Ditjen Pajak

14/01/2026
dana haji
Nasional

KPK Buka Dugaan Dana Haji Mengalir ke Elite PBNU

14/01/2026
mark-up
Nasional

Prabowo Murka, Bongkar Dugaan Mark-Up Energi

13/01/2026
banjir
Nasional

Banjir Rendam Jakarta, Sejumlah Ruas Tol Macet Panjang

13/01/2026
balikpapan
Nasional

RDMP Balikpapan Beroperasi, Impor Solar Ditarget Nol

13/01/2026
ronald
Nasional

Timothy Ronald Terseret Laporan Dugaan Penipuan Kripto

12/01/2026
Next Post
sumsel

Sumsel Siap Tindak Tegas Tambang Batu Bara Pakai Jalan Umum

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.