Jurnal Pelopor – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memilih menepi dari sorotan setelah membawa skuad Garuda menembus final Piala Asia Futsal 2026. Di tengah euforia publik atas kemenangan bersejarah atas Jepang, Souto justru meminta agar pujian diarahkan sepenuhnya kepada para pemain yang dinilainya sebagai aktor utama pencapaian tersebut.
Menolak Label Pencetak Sejarah
Nama Hector Souto langsung mencuri perhatian publik setelah Timnas Futsal Indonesia menyingkirkan Jepang dengan skor 5-3 di semifinal Piala Asia Futsal 2026. Kemenangan di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam WIB itu memastikan Indonesia lolos ke final untuk pertama kalinya sepanjang sejarah turnamen.
Namun, alih-alih menikmati pujian, pelatih berusia 44 tahun tersebut justru menolak label “pencetak sejarah” yang dilekatkan kepadanya. Souto menegaskan bahwa keberhasilan itu adalah milik tim secara kolektif, bukan hasil kerja satu orang.
“Saya tidak membuat sejarah. Tim saya yang membuat sejarah. Saya mulai lelah dengan sebutan history maker ini,” ujar Souto dalam konferensi pers seusai laga melawan Jepang.
Pernyataan itu mencerminkan pendekatan kepemimpinan Souto yang konsisten menempatkan pemain sebagai pusat pencapaian.
Ajakan Bijak kepada Suporter
Di tengah gelombang euforia publik, Hector Souto juga menyampaikan pesan khusus kepada para pendukung Timnas Futsal Indonesia. Ia meminta suporter untuk tetap bersikap bijaksana dalam menyikapi keberhasilan besar ini.
Menurutnya, kemenangan merupakan bagian dari proses, bukan jaminan keberhasilan di setiap pertandingan. Souto mencontohkan Jepang sebagai tim kuat yang tetap harus menerima kekalahan meski tampil baik.
“Kesuksesan ini diraih berkat kerja keras banyak pihak. Fans harus mengerti bahwa kami masih mencoba. Kadang kami berhasil, tapi kadang kami juga bisa gagal. Seperti Jepang hari ini, mereka bermain bagus, tetapi dalam sepak bola dan futsal, kadang kita kalah dan kadang menang,” ujar Souto.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa perjalanan Timnas Futsal Indonesia masih panjang dan membutuhkan dukungan yang rasional serta berkelanjutan.
Evaluasi Permainan dan Mental Bertanding
Dari sisi teknis, Souto mengaku puas dengan performa anak asuhnya, terutama dalam cara mereka mengelola pertandingan. Ia menilai Indonesia tampil solid sejak babak pertama dan menunjukkan kematangan permainan saat laga memasuki fase krusial.
“Soal pertandingan, saya senang dengan permainan di babak pertama. Lalu di extra time juga saya sangat senang. Pemain bisa menguasai bola dan memanfaatkan set piece,” jelasnya.
Lebih jauh, Souto menekankan bahwa aspek terpenting bukan hanya soal taktik, tetapi bagaimana pemain mengendalikan tekanan pertandingan besar. Ia secara khusus memuji kedewasaan mental Samuel Eko dan rekan-rekannya.
“Saya sangat bangga dengan pemain. Bukan hanya cara bermain mereka, tetapi bagaimana mereka meng-handle permainan ini,” tegas Souto.
Selangkah Menuju Sejarah Baru
Dengan lolos ke final Piala Asia Futsal 2026, Timnas Futsal Indonesia kini tinggal selangkah lagi dari pencapaian tertinggi di level Asia. Terlepas dari hasil di partai puncak, perjalanan Garuda sudah mencatat bab penting dalam sejarah futsal nasional.
Namun bagi Hector Souto, satu hal tetap jelas. Sejarah, jika benar-benar tercipta, adalah milik para pemain dan seluruh elemen tim. Kini, tantangan terbesar Indonesia adalah menjaga fokus dan membuktikan bahwa pencapaian ini bukan sekadar momen sesaat.
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







