• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Sukabumi Geger, Balita Tewas Tubuhnya Dipenuhi Cacing

Balita di Sukabumi meninggal akibat infeksi cacing parah. RSUD ungkap kondisi mengenaskan, cacing bahkan keluar dari hidung korban.

musa by musa
21/08/2025
in Nasional
0
sukabumi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang balita perempuan berinisial R, asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, meninggal dunia setelah menderita infeksi cacing parah yang memenuhi tubuhnya. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, tempat korban dirawat, mengungkapkan kondisi medis mengejutkan yang dialami R, termasuk keluarnya cacing dari hidungnya.

Masuk Rumah Sakit dalam Kondisi Kritis

R dibawa ke instalasi gawat darurat RSUD Syamsudin pada 13 Juli 2025 pukul 20.00 WIB. Saat tiba, ia sudah dalam keadaan tidak sadar selama lebih dari 24 jam. Dokter sempat kesulitan menentukan penyebab penurunan kesadarannya.

“Pasien datang dalam kondisi syok berat karena kekurangan cairan. Kami sempat berhasil menstabilkan kondisinya, tapi tidak tahu pasti penyebabnya sampai tiba-tiba keluar cacing dari hidungnya,” ujar dr. Irfan, Humas sekaligus dokter IGD RSUD Syamsudin, kepada wartawan, Selasa (19/8).

Diduga Infeksi Cacing Gelang Parah

Setelah ditangani lebih lanjut di ruang perawatan intensif anak (PICU), dokter memastikan R mengalami infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides), penyakit yang menyebar melalui tanah dan kebersihan yang buruk. Telur cacing dapat tertelan lewat makanan, air, atau tangan kotor, lalu menetas di usus dan menyebar ke berbagai organ tubuh melalui aliran darah.

“Infeksi berat ini memungkinkan cacing masuk ke paru-paru, bahkan ke otak. Karena pasien tidak sadar, cacing bisa bebas berpindah tempat, bahkan keluar dari hidung dan anus,” tambah Irfan.

Lingkungan dan Faktor Sosial Berperan

Dokter Irfan juga menyebut lingkungan tempat tinggal R berperan besar dalam infeksi ini. Rumah keluarga R adalah rumah panggung sederhana dengan tanah terbuka di bawahnya. Anak tersebut juga diketahui sering bermain di tanah tanpa alas kaki.

“Ini sangat memperbesar risiko infeksi. Apalagi, orang tua R juga sedang menjalani pengobatan TB paru, sehingga kemungkinan ada komplikasi tuberkulosis meningitis juga,” jelasnya.

Obat Tak Lagi Efektif, Pasien Terlambat Ditangani

Sayangnya, meskipun telah diberikan obat cacing dan penanganan intensif, nyawa R tak terselamatkan. Kondisinya sudah terlalu parah saat dibawa ke rumah sakit.

“Pasien sudah dalam kondisi terminal. Obat yang kami berikan tidak bekerja optimal karena terlalu terlambat. R meninggal pada 22 Juli 2025 pukul 14.24 WIB,” tutur Irfan.

Kesaksian Keluarga: Cacing Keluar dari Hidung

Kerabat korban, Edah (40), membenarkan kondisi mengerikan tersebut. Ia menyaksikan langsung seekor cacing sepanjang 15 sentimeter keluar dari hidung R saat balita itu terbaring lemah di IGD.

“Saya kira alat dari rumah sakit, tapi ternyata cacing. Keluar dari hidungnya,” kata Edah.

Peringatan Kesehatan untuk Masyarakat

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan, terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap infeksi cacing. Dokter Irfan menekankan pentingnya cuci tangan, memakai alas kaki saat bermain di tanah, serta pemberian obat cacing secara berkala.

“Kasus infeksi cacing banyak ditemukan, tapi yang separah ini sangat jarang. Deteksi dan penanganan dini bisa menyelamatkan nyawa,” pungkasnya.

Sumber: CNN Indonesia

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Sukabumi #TragediBalita #InfeksiCacing #BeritaJabar #KesehatanAnak #KasusTragis #ViralIndonesia
Previous Post

Masalah Izin Hantui Barcelona, Camp Nou Belum Bisa Dibuka

Next Post

Sadis! Jet Tempur Myanmar Serang Pasar, Puluhan Warga Tewas

musa

musa

Related Posts

haji
Nasional

Kasus Kuota Haji, KPK Hentikan Pencekalan Pemilik Maktour.

20/02/2026
makan bergizi gratis
Nasional

Mitra Makan Bergizi Gratis Diguyur Insentif Rp 6 Juta Sehari.

20/02/2026
jcc
Nasional

Batik Miliaran di JCC Hilang! Polisi Akhirnya Tangkap 3 Pelaku.

17/02/2026
Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
keraton
Nasional

Konflik Keraton Memanas, Ancaman Gugatan PTUN

19/01/2026
ferry irawan
Nasional

Di Balik Tragedi Pesawat ATR, Kisah Ferry Irawan

19/01/2026
Next Post
Myanmar

Sadis! Jet Tempur Myanmar Serang Pasar, Puluhan Warga Tewas

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.