Jurnal Pelopor – Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah, Tanto Harsono, menyatakan dukungannya terhadap pemasangan stairlift dan ramp secara permanen di Candi Borobudur. Upaya ini bertujuan memudahkan akses bagi para pengunjung, terutama biksu senior dan penyandang disabilitas, yang kesulitan menaiki tangga curam situs warisan dunia tersebut.
Stairlift dan Ramp Bukan Eskalator, Tapi Alat Bantu Mekanis
Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)/InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa prasarana yang dipasang bukanlah eskalator atau ekskavator, melainkan stairlift—kursi mekanis yang bergerak naik-turun di atas trek yang dipasang di sisi tangga. Pemasangan ini dirancang tanpa merusak struktur batu candi, tanpa menggunakan paku atau bor, melainkan sistem yang dapat dibongkar pasang dengan teknik sipil yang diperhitungkan matang.
Dukungan dari Berbagai Pihak dan Standar Internasional
Walubi percaya pemasangan ini tidak akan merusak Candi Borobudur. Rancangan stairlift dan ramp telah melalui peninjauan Museum dan Cagar Budaya (MCB) Kementerian Kebudayaan serta mengikuti Analisis Dampak Pusaka (Heritage Impact Assessment/HIA) dari UNESCO. Pemasangan hanya dilakukan di salah satu dari empat tangga, tepatnya di pintu selatan candi.
Meningkatkan Inklusivitas dan Kenyamanan Pengunjung
Dengan kemiringan tangga yang mencapai 46 derajat, fasilitas ini diharapkan menambah aspek inklusivitas Candi Borobudur. Fasilitas ini memungkinkan lansia, penyandang disabilitas, serta biksu senior yang sudah puluhan tahun tidak bisa naik ke candi untuk beribadah kembali dengan nyaman.
Momentum Kunjungan Kenegaraan dan Harapan Keberlanjutan
Pemasangan fasilitas ini juga memanfaatkan momentum kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur pada 29 Mei 2025. InJourney berharap pemasangan ini terus berlanjut sebagai bukti inovasi yang harmonis dengan warisan budaya candi. Mereka juga ingin inovasi ini tidak merusak struktur candi, melainkan menjaga dan melestarikan nilai sejarahnya.
Kesimpulan
Dukungan Walubi Jateng dan berbagai pihak terhadap pemasangan stairlift dan ramp di Candi Borobudur menunjukkan langkah progresif untuk membuka akses yang lebih luas dan inklusif di situs warisan dunia. Rancangan yang aman serta sesuai standar internasional menjadikan inovasi ini solusi efektif menjaga kelestarian lingkungan dan kenyamanan pengunjung. Inovasi tersebut memastikan perlindungan sumber daya alam sekaligus menghadirkan pengalaman nyaman dan menyenangkan bagi seluruh pengunjung lokasi wisata.
Sumber: CNN Indonesia
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







