Jurnal Pelopor — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi berbagai kritik yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia sedang memburuk. Menurutnya, banyak narasi yang beredar terutama di media sosial tidak didukung oleh data yang kuat sehingga hanya memunculkan sentimen negatif terhadap perekonomian nasional.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari para ekonom maupun pengamat. Namun ia meminta agar kritik tersebut disampaikan berdasarkan data yang jelas serta analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau memang jelek kita betulin, tapi kalau sudah bagus saya betulin sebelah mana?” ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (16/3/2026).
Kritik Dinilai Perlu Berdasarkan Analisis Ekonomi
Menurut Purbaya, diskusi mengenai kondisi ekonomi tidak akan produktif jika hanya didasarkan pada opini tanpa pemahaman ekonomi yang memadai. Ia menyebut bahwa sebagian komentar yang menyebut ekonomi Indonesia hancur justru datang dari pihak yang tidak memiliki dasar analisis ekonomi yang kuat.
Ia bahkan mengaku tidak tertarik berdebat dengan pihak yang tidak memahami konsep ekonomi secara mendalam. Purbaya menilai diskusi yang sehat seharusnya didasarkan pada data dan analisis yang jelas.
Selain itu, ia juga menyinggung maraknya komentar ekonomi di media sosial seperti TikTok yang sering kali hanya menampilkan narasi sensasional tanpa melihat kondisi ekonomi secara menyeluruh.
Indikator Ekonomi Masih Positif
Dalam kesempatan tersebut, Purbaya memaparkan sejumlah indikator ekonomi yang menurutnya masih menunjukkan kondisi positif. Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada triwulan sebelumnya tercatat sekitar 5,39 persen.
Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan berikutnya dapat mencapai sekitar 5,5 persen atau bahkan lebih tinggi jika momentum konsumsi dan produksi tetap terjaga.
Selain itu, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia juga berada di kisaran 53,9. Angka tersebut menandakan sektor industri manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.
Konsumsi Masyarakat Masih Kuat
Beberapa indikator lain juga menunjukkan tren yang positif. Consumer confidence yang disurvei oleh Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan tercatat mengalami peningkatan dalam beberapa periode terakhir.
Dari sisi konsumsi masyarakat, Retail Sales Index yang dirilis Bank Indonesia juga menunjukkan kenaikan. Penjualan mobil berdasarkan data asosiasi industri otomotif bahkan tumbuh sekitar 7 persen setelah sempat mengalami penurunan pada tahun sebelumnya.
Selain itu, Mandiri Spending Index juga mengalami peningkatan yang mencerminkan aktivitas konsumsi masyarakat masih cukup kuat.
Menurut Purbaya, berbagai indikator tersebut berasal dari berbagai lembaga berbeda. Namun semuanya menunjukkan arah yang relatif sama mengenai kondisi ekonomi nasional.
“Datanya dari banyak tempat, jadi kalau semuanya arahnya sama, berarti memang ekonominya sedang baik,” ujar Purbaya.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







