• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Soal Utang Whoosh, China Pastikan Proyeknya Tak Bermasalah

China pastikan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung berjalan aman dan efisien, sebut Whoosh simbol kerja sama strategis dengan Indonesia.

musa by musa
23/10/2025
in Nasional
0
whoosh
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri akhirnya angkat bicara terkait polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Beijing menegaskan bahwa proyek tersebut sejauh ini berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi Indonesia, di tengah isu negosiasi restrukturisasi pembiayaan yang tengah dibahas oleh kedua negara.

China Klaim Operasi Aman dan Efisien

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menepis anggapan bahwa proyek KCJB sedang bermasalah secara finansial. Dalam konferensi pers di Beijing, Senin (20/10/2025), ia menegaskan bahwa sejak beroperasi dua tahun lalu, Whoosh berfungsi dengan baik tanpa gangguan berarti.

“Selama dua tahun terakhir, kereta api telah mempertahankan operasi yang aman, tidak terhambat, dan tertib,” ujar Guo.

Ia menyebut, hingga kini Whoosh telah melayani lebih dari 11,71 juta penumpang dengan tren penumpang yang terus meningkat setiap bulannya. Menurutnya, proyek ini bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan juga simbol kerja sama strategis antara Indonesia dan China.

Manfaat Ekonomi dan Sosial yang Dirasakan

Guo menekankan bahwa penilaian terhadap proyek KCJB tidak seharusnya hanya berfokus pada angka-angka keuangan semata. Ia mengingatkan bahwa Whoosh telah menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, dan memperkuat konektivitas antardaerah di sepanjang jalur Jakarta–Bandung.

“Manfaat ekonomi dan sosialnya terus dilepaskan, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur,” jelasnya.

Pemerintah China, kata Guo, siap bekerja sama dengan Indonesia untuk memastikan keberlanjutan operasi proyek ini secara berkualitas tinggi.

“Kami berharap kereta cepat Jakarta–Bandung dapat memainkan peran yang lebih besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” tutupnya.

Polemik Utang dan Sikap Tegas Pemerintah Indonesia

Meski China menilai proyek Whoosh sukses, di dalam negeri polemik pembiayaan tetap jadi perbincangan panas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menalangi utang proyek ini.
“Utang Kereta Cepat adalah urusan BUMN, bukan APBN,” tegas Purbaya.
Ia menjelaskan bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) memiliki kapasitas finansial untuk melunasi kewajiban proyek yang menelan biaya sekitar US$7,26 miliar atau setara Rp119,79 triliun. Menurutnya, dividen yang dihasilkan oleh BUMN dinilai cukup untuk membayar cicilan utang KCJB tanpa membebani anggaran negara.

Arah Restrukturisasi Utang dan Masa Depan Proyek

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengonfirmasi bahwa Pemerintah Indonesia dan China telah mencapai kesepakatan awal untuk restrukturisasi pembiayaan KCJB. Salah satu opsi yang dibahas adalah perpanjangan tenor pembayaran utang hingga 60 tahun guna meringankan beban keuangan perusahaan pelaksana.
Langkah ini dinilai strategis agar proyek tetap berkelanjutan dan tidak menjadi beban fiskal jangka panjang.
Meski begitu, sejumlah pengamat menilai keberlanjutan KCJB tetap bergantung pada tingkat okupansi penumpang dan efisiensi operasional dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan meningkatnya jumlah penumpang hingga 10% pada Oktober 2025, optimisme terhadap masa depan Whoosh kembali tumbuh. Namun, perdebatan tentang pembiayaan proyek ini tampaknya masih akan terus berlanjut  menjadi ujian bagi hubungan ekonomi antara Jakarta dan Beijing ke depan.

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Whoosh #KeretaCepat #KCJB #ChinaIndonesia #KerjaSamaStrategis #EkonomiIndonesia #TransportasiModern #GuoJiakun #Infrastruktur #JakartaBandung #BeltAndRoad #Pembangunan
Previous Post

Safari ke Jakarta, Dedi Mulyadi Balik Serang Data Purbaya

Next Post

ICJ Perintahkan Israel Permudah Bantuan ke Gaza

musa

musa

Related Posts

prabowo
Nasional

Soal Laporan Palsu, Prabowo: Jangan Coba Main-main!

12/03/2026
sppg
Nasional

1.512 SPPG Disetop, DPR Nilai Pemerintah Serius Benahi MBG

12/03/2026
haji
Nasional

Kasus Kuota Haji, KPK Hentikan Pencekalan Pemilik Maktour.

20/02/2026
makan bergizi gratis
Nasional

Mitra Makan Bergizi Gratis Diguyur Insentif Rp 6 Juta Sehari.

20/02/2026
jcc
Nasional

Batik Miliaran di JCC Hilang! Polisi Akhirnya Tangkap 3 Pelaku.

17/02/2026
Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
Next Post
icj

ICJ Perintahkan Israel Permudah Bantuan ke Gaza

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.