Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Bojonegoro, Yudha Permana Putra, S.Kh, menegaskan bahwa bulan suci Ramadan harus menjadi momentum konsolidasi, penguatan ruhiyah, sekaligus penguatan ekonomi kader. Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Tarhib Ramadan yang dirangkaikan dengan launching Pasar Tani, Sabtu (14/02/2026), di Kantor DPD PKS Bojonegoro, Jalan Lisman, Kota Bojonegoro.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh kader dan simpatisan PKS se-Kabupaten Bojonegoro. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat perjuangan terasa sejak awal acara, yang juga menghadirkan pimpinan wilayah PKS Jawa Timur, Ustadz Junaedi, untuk memberikan tausiyah dan arahan strategis menjelang Ramadan.
Dalam sambutannya, Yudha menyampaikan analogi yang menarik. Ia menyebut bahwa masyarakat sering mengenal Juni sebagai “bulannya Bung Karno”, maka Ramadan seharusnya menjadi “bulannya PKS”. Menurutnya, Ramadan bukan sekadar agenda tahunan keagamaan, tetapi momentum besar untuk mempererat ukhuwah, memperkuat soliditas, dan menyatukan langkah perjuangan partai.
“Kita ingin seluruh kader tidak hanya bergembira dan bersemangat menyambut Ramadan, tetapi menjadikannya sebagai momentum konsolidasi dan penguatan ruhiyah. Antar kader harus semakin dekat, semakin erat, dan semakin solid dalam satu barisan perjuangan,” tegas Yudha di hadapan peserta.
Ia menambahkan, konsolidasi ruhiyah sangat penting agar gerak politik dan sosial partai tetap berlandaskan nilai-nilai spiritual. Dengan fondasi keimanan yang kuat, kader diharapkan mampu menjalankan amanah pelayanan masyarakat secara istiqamah dan berintegritas.
Pada kesempatan yang sama, DPD PKS Bojonegoro juga secara resmi meluncurkan program Pasar Tani. Program ini merupakan inisiatif Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS yang dilaksanakan serentak secara nasional pada 14 Februari 2025. Pasar Tani bertujuan mendorong kemandirian ekonomi kader serta memperkuat ekosistem ekonomi internal partai.
Sebanyak 10 hingga 15 komoditas pertanian hasil kader maupun binaan kader dipamerkan dan dipasarkan dalam kegiatan tersebut. Produk-produk tersebut ditata dan ditampilkan di area kantor DPD untuk dapat diakses langsung oleh kader, anggota, dan simpatisan yang hadir.
Yudha mengimbau setiap kader yang mengikuti kegiatan Tarhib Ramadan sekaligus launching Pasar Tani untuk membawa uang belanja sebesar Rp50.000 hingga Rp100.000. Imbauan tersebut bukan sekadar simbolis, tetapi bentuk dukungan konkret agar terjadi perputaran ekonomi di internal kader.
“Ini dari kader, oleh kader, dan untuk kader. Kita ingin ekonomi saling menguatkan di antara kita. Kalau bukan kita yang mendukung produk kader sendiri, lalu siapa lagi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, DPD PKS Bojonegoro berharap Ramadan 1446 H menjadi titik awal penguatan tiga hal sekaligus: spiritualitas, soliditas organisasi, dan kemandirian ekonomi. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu menjadi energi baru dalam menjalankan program-program pelayanan masyarakat ke depan.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ajakan untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan peningkatan kualitas diri, peningkatan solidaritas kader, serta penguatan kontribusi nyata bagi masyarakat Bojonegoro.
Reporter: Kang Mus
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






