Jurnal Pelopor — Kabar kurang menyenangkan kembali menyelimuti Real Madrid jelang fase krusial musim 2025/2026. Jude Bellingham harus meninggalkan lapangan lebih awal saat Los Blancos menghadapi Rayo Vallecano setelah mengalami masalah pada otot paha belakang. Cedera ini sontak memicu kekhawatiran, tak hanya di Santiago Bernabeu, tetapi juga di kubu Timnas Inggris yang tengah mempersiapkan agenda internasional.
Cedera Datang Terlalu Cepat
Insiden tersebut terjadi saat pertandingan baru berjalan delapan menit. Bellingham tiba-tiba terjatuh usai melakukan pergerakan tanpa kontak berarti. Ia langsung memberi isyarat kepada bangku cadangan dan meminta perawatan medis. Beberapa menit kemudian, gelandang berusia 22 tahun itu terpaksa ditarik keluar.
Ekspresi kecewa jelas terlihat ketika Bellingham berjalan menuju lorong pemain. Ia menutup wajahnya, seolah menyadari bahwa cedera ini datang di saat yang sangat tidak tepat. Padahal, perannya musim ini kembali krusial dalam menjaga keseimbangan dan kreativitas lini tengah Madrid.
Pesan Pendek yang Menenangkan
Di tengah spekulasi dan kecemasan publik, Bellingham akhirnya memberi kabar singkat soal kondisinya. Melalui unggahan media sosial, ia membagikan swafoto dengan masker oksigen sebagai tanda tengah menjalani proses pemulihan.
“Life goes on,” tulisnya singkat.
Tiga kata sederhana itu menjadi sinyal kuat bahwa Bellingham memilih bersikap tenang dan optimistis. Pesan tersebut seolah menenangkan para penggemar, sekaligus menunjukkan kedewasaan mental sang pemain dalam menghadapi rintangan.
Diagnosis Resmi dan Ancaman Absensi
Pemeriksaan medis kemudian memastikan bahwa Bellingham mengalami cedera pada otot semitendinosus di kaki kirinya. Cedera ini membuatnya diperkirakan harus menepi selama sekitar empat pekan.
Jika prediksi tersebut akurat, Real Madrid hampir pasti kehilangan salah satu motor permainannya di sejumlah laga penting. Salah satu yang paling disorot adalah potensi absennya Bellingham pada laga play-off Liga Champions, yang menjadi ujian besar bagi ambisi Eropa Los Blancos.
Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, mengakui bahwa situasi ini cukup mengganggu persiapan tim. Namun, ia menegaskan klub akan berhati-hati dan tidak mengambil risiko berlebihan terhadap pemulihan pemainnya.
Madrid Kehilangan Sosok Kunci
Musim ini, Bellingham kembali menunjukkan betapa vital perannya. Ia bukan hanya penghubung lini tengah dan serangan, tetapi juga sosok pemimpin di lapangan. Kehadirannya kerap memberi dorongan emosional bagi tim, terutama di laga-laga besar.
Tanpa Bellingham, Madrid harus mencari solusi alternatif. Skema permainan kemungkinan akan mengalami penyesuaian, baik dengan redistribusi peran gelandang maupun perubahan pendekatan taktik.
Inggris Masih Bisa Bernapas Lega
Kabar baiknya, cedera ini diperkirakan tidak akan mengganggu agenda Timnas Inggris dalam waktu dekat. Dengan jadwal uji coba internasional yang masih berjarak beberapa bulan, Bellingham diyakini sudah bisa kembali bugar saat negaranya membutuhkannya.
Timnas Inggris juga masih memiliki waktu panjang menuju turnamen besar berikutnya. Artinya, proses pemulihan Bellingham bisa dilakukan tanpa tekanan berlebihan, sesuatu yang sangat penting mengingat riwayat cederanya dalam setahun terakhir.
Mental Kompetitif yang Tak Pernah Padam
Nama Bellingham sebelumnya sempat disorot karena reaksi emosionalnya saat ditarik keluar dalam laga internasional. Namun, sikap tersebut justru mencerminkan karakter kompetitifnya yang tinggi. Ia adalah tipe pemain yang selalu ingin berada di lapangan dan memberi kontribusi maksimal.
Kini, cedera kembali mengujinya. Namun, pesan singkat “Life goes on” menjadi penanda bahwa Jude Bellingham siap bangkit, melanjutkan perjalanan, dan kembali lebih kuat — sementara Madrid dan Inggris hanya bisa menahan napas, berharap sang bintang segera kembali ke level terbaiknya.
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







