Jurnal Pelopor, Babat – Dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah terjadinya banjir, UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Babat bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan mengadakan kegiatan kerja bakti pembersihan saluran Kali Konang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (3/6) di sekitar Rumah Pompa Babat, tepatnya di depan Makam Bedahan, yang menjadi titik rawan penyumbatan aliran air.
Kerja Bakti Bersama Pegawai dan Relawan Komunitas
Puluhan pegawai dari UPT PSDA Babat dan DLH secara bergotong-royong membersihkan saluran Kali Konang dengan dukungan aktif dari komunitas relawan Sae Ngaos Mbah Kali Konang. Komunitas ini telah lama dikenal sebagai kelompok yang rutin mengedukasi masyarakat terkait pelestarian sungai dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Kerja bakti ini meliputi pengangkatan sampah-sampah yang menyumbat aliran air, pemangkasan vegetasi liar yang menghambat jalannya air, serta perapihan saluran untuk memastikan air dapat mengalir lancar tanpa hambatan.
Tujuan Utama: Melancarkan Aliran dan Edukasi Lingkungan
Kepala UPT PSDA Babat, Taufiq Al Amin, menjelaskan bahwa pembersihan saluran ini bertujuan tidak hanya untuk mencegah banjir dan genangan air, tetapi juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
“Kegiatan ini bukan hanya soal membersihkan saluran, tapi juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan dan ekosistem sungai,” jelas Taufiq.
Ia juga menambahkan bahwa saluran Kali Konang merupakan bagian penting dari sistem pengendalian banjir di wilayah Babat. Apabila tidak rutin dirawat, saluran ini berisiko menyebabkan genangan air yang bisa mengganggu aktivitas warga, terutama saat musim hujan datang.
Peran Komunitas Sae Ngaos Mbah Kali Konang dalam Pelestarian Sungai
Komunitas Sae Ngaos Mbah Kali Konang yang ikut serta dalam kegiatan ini memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat lokal. Selain melakukan aksi pembersihan, mereka aktif memberikan edukasi agar warga tidak membuang sampah ke sungai serta menjaga ekosistem sungai tetap lestari.
Seorang relawan dari komunitas menyatakan,
“Kami percaya, perubahan tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah dan warga adalah kunci keberhasilan menjaga kelestarian sungai.”
Kolaborasi ini memperkuat semangat gotong royong yang menjadi kunci keberhasilan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Pengangkutan Sampah dan Imbauan kepada Masyarakat
Setelah pembersihan, sampah yang terkumpul langsung diangkut oleh petugas DLH ke tempat pembuangan akhir yang telah disediakan. Selain itu, DLH mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai demi mencegah penyumbatan saluran dan risiko banjir. Kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar dampak buruk terhadap ekosistem sungai dapat diminimalisir bersama.

Kesimpulan: Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Kunci Kelestarian Lingkungan
Kegiatan kerja bakti di Kali Konang menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Dengan gotong royong dan kepedulian bersama, upaya pelestarian sungai dapat menjadi gerakan masif yang membawa dampak positif bagi ekosistem sekitar.
Kolaborasi semua pihak dan kesadaran masyarakat penting untuk menjaga kelestarian sungai serta memastikan pengelolaan air berjalan optimal.
Dengan langkah bersama, lingkungan tetap lestari dan risiko bencana banjir akibat kerusakan sungai dapat ditekan secara signifikan.
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?









