Jurnal Pelopor — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengambil langkah tegas untuk memastikan proyek revitalisasi berjalan serius. Ia memastikan akan berkantor langsung di kawasan Kota Tua Jakarta guna mengawal proses penataan secara intensif.
Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak main-main dalam membenahi kawasan bersejarah tersebut. Rano menegaskan, kehadirannya di lapangan bertujuan mempercepat koordinasi sekaligus memberi keyakinan kepada publik bahwa proyek revitalisasi berjalan nyata, bukan sekadar wacana.
Fokus Percepatan dan Koordinasi
Rano menjelaskan, pihaknya telah membentuk tim khusus revitalisasi yang akan bekerja lintas sektor. Dengan adanya kelompok kerja (pokja), berbagai hambatan birokrasi diharapkan bisa dipangkas sehingga proses pembangunan lebih efektif.
Saat ini, tim tengah menyiapkan lokasi kantor yang akan dijadikan pos komando di kawasan Kota Tua. Dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, Rano menargetkan sudah mulai berkantor di sana untuk memantau langsung progres di lapangan.
Langkah ini juga meniru konsep pengelolaan kawasan heritage seperti di Kota Lama Semarang, yang dikelola oleh badan khusus agar lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Integrasi Tiga Master Plan
Dalam proses revitalisasi, Pemprov DKI tidak hanya mengandalkan satu rencana. Rano menyebut ada tiga master plan dari berbagai instansi yang akan digabungkan menjadi satu strategi besar.
Rencana tersebut mencakup kontribusi dari Dinas Cipta Karya, MRT, hingga pihak swasta. Integrasi ini bertujuan menentukan prioritas pembangunan agar lebih terarah dan tidak tumpang tindih.
Dengan pendekatan ini, revitalisasi tidak hanya fokus pada bangunan tua, tetapi juga menyentuh aspek lain seperti transportasi, tata ruang, dan konektivitas kawasan.
Tak Sekadar Bangunan, Tapi Kawasan
Rano menegaskan bahwa revitalisasi Kota Tua bukan hanya soal mempercantik gedung bersejarah. Pemerintah juga akan membenahi infrastruktur pendukung seperti sungai, pedestrian, hingga area dari Harmoni menuju kawasan tersebut.
Kondisi lingkungan yang masih kurang layak menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, proyek ini akan menyasar perbaikan menyeluruh agar kawasan benar-benar hidup dan nyaman bagi masyarakat.
Pemprov DKI juga melibatkan para ahli, termasuk akademisi yang berpengalaman dalam revitalisasi kawasan heritage di Indonesia, untuk memastikan proyek berjalan profesional.
Dengan langkah berani ini, revitalisasi Kota Tua kini memasuki fase serius. Menarik untuk ditunggu, apakah kehadiran langsung Rano Karno di lapangan mampu mempercepat perubahan wajah kawasan bersejarah Jakarta ini?
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







