Jurnal Pelopor – Salah satu rumah Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan menjadi sasaran serangan puluhan drone pada akhir pekan lalu. Pemerintah Rusia menuding Ukraina sebagai dalang di balik insiden tersebut, meski klaim itu langsung dibantah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Situasi ini memicu reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengaku marah atas upaya penyerangan tersebut.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyebut serangan terjadi di kediaman Putin di wilayah Novgorod antara Minggu malam hingga Senin dini hari. Rusia menuding Ukraina mengerahkan 91 drone jarak jauh, namun seluruhnya berhasil ditembak jatuh sistem pertahanan udara. Lavrov memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan, tetapi menyebut insiden itu sebagai bentuk “terorisme negara”.
Zelensky Bantah, Sebut Rekayasa Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan tegas membantah tuduhan Moskow. Ia menyebut klaim serangan drone itu sebagai kebohongan dan rekayasa penuh, yang menurutnya bertujuan melemahkan proses perundingan damai yang tengah dimediasi Amerika Serikat. Zelensky bahkan menuding Rusia sedang menyiapkan dalih untuk melakukan serangan balasan terhadap Ukraina.
Meski begitu, Lavrov mengisyaratkan Rusia akan meninjau ulang posisi negosiasinya. Ia menegaskan bahwa target serangan balasan sudah dipilih dan tindakan Ukraina, jika benar terjadi, tidak akan dibiarkan begitu saja. Hingga kini, belum diketahui apakah Putin berada di kediaman tersebut saat insiden berlangsung.
Trump Marah, Anggap Momen Tak Tepat
Presiden AS Donald Trump mengaku mendapat penjelasan langsung dari Putin melalui sambungan telepon. Trump menyatakan dirinya sangat marah atas dugaan upaya serangan tersebut. Menurutnya, insiden itu terjadi di saat yang sangat sensitif, ketika proses perdamaian masih diupayakan.
“Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal seperti itu. Menyerang rumah seorang kepala negara adalah level yang berbeda,” ujar Trump. Meski demikian, ia juga mengakui bahwa kebenaran klaim Rusia masih perlu diverifikasi.
Di tengah upaya damai, Ukraina disebut telah menyetujui sebagian besar rancangan perdamaian versi AS. Namun, persoalan wilayah dan tuntutan Rusia masih menjadi ganjalan besar. Insiden drone ini pun berpotensi memperkeruh jalan menuju kesepakatan.
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







