Jurnal Pelopor— Tekanan besar tengah membayangi Ruben Amorim setelah Manchester United mencatat awal musim terburuk mereka di Liga Inggris dalam 33 tahun terakhir. Namun, alih-alih goyah, pelatih asal Portugal itu justru bersikeras mempertahankan formasi 3-4-3 yang menjadi ciri khasnya.
Dalam konferensi pers terbaru, Amorim menepis isu bahwa pemilik minoritas MU, Sir Jim Ratcliffe, mendesaknya mengubah sistem permainan. Dengan tegas, ia menyatakan tidak ada satu pun pihak yang bisa mengintervensi keputusannya.
“Tidak, tidak, tidak. Tidak ada yang bisa. Bahkan Paus sekalipun,” ucap Amorim. “Ini pekerjaan saya. Ini tanggung jawab saya. Jika saya tiba-tiba mengubah sistem hanya karena tekanan, maka pemain akan memandang saya berbeda. Setiap keputusan harus dipikirkan dampaknya bagi tim.”
Perubahan Terbatas di Posisi Kiper
Meski kukuh dengan taktik tiga bek, Amorim masih membuka ruang perubahan pada sektor lain, khususnya penjaga gawang. Altay Bayindir yang selalu tampil di empat laga liga musim ini kini mendapat saingan dari kiper anyar, Senne Lammens, yang direkrut di hari terakhir bursa transfer.
“Tidak ada pemain yang punya posisi tetap. Semua harus bersaing. Saya hanya ingin menang dan mencari opsi terbaik untuk laga berikutnya,” jelas Amorim.
Laga Panas Kontra Chelsea
Aroma panas semakin terasa jelang duel Manchester United kontra Chelsea di Old Trafford, Sabtu malam. Laga ini bukan hanya kesempatan bagi MU untuk bangkit setelah tumbang di derbi melawan Manchester City, tetapi juga menjadi ajang reuni emosional.
Alejandro Garnacho, yang hengkang ke Chelsea pada musim panas lalu setelah berselisih dengan Amorim, berpeluang tampil melawan mantan klubnya. Namun, Amorim menegaskan tidak risau dengan ancaman Garnacho.
“Saya tidak peduli siapa yang bermain untuk lawan, atau seberapa bagus mereka tampil. Fokus saya hanya satu: menang,” tegasnya.
Kritik Menguat, Tekanan Memuncak
Kritik terhadap Amorim semakin kencang. Media Inggris bahkan memasukkannya ke dalam daftar 50 manajer terburuk setelah start mengecewakan MU. Tak sedikit yang menyebut karier cemerlangnya di Sporting CP kini ternoda oleh hasil buruk bersama Setan Merah.
Namun, dengan keteguhan mempertahankan 3-4-3, Amorim tampaknya ingin menunjukkan konsistensi sebagai bukti keyakinannya. Pertanyaannya, apakah formasi saklek ini mampu membalikkan keadaan, atau justru mempercepat akhir perjalanannya di Old Trafford?
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







