Jurnal Pelopor — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dalam memerangi peredaran rokok ilegal yang selama ini dinilai merugikan negara dan mencederai keadilan pelaku usaha. Ia menggandeng Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago untuk memperkuat penindakan, terutama karena kuatnya dugaan adanya “bekingan” yang membuat praktik rokok ilegal terus bertahan di lapangan.
Rokok Ilegal dan Kerugian Negara
Rokok ilegal bukan sekadar persoalan pelanggaran cukai. Praktik ini berdampak langsung pada penerimaan negara, terutama dari sektor cukai hasil tembakau yang selama ini menjadi salah satu penopang anggaran. Selain itu, rokok ilegal juga menciptakan persaingan tidak sehat bagi industri rokok legal yang mematuhi aturan dan membayar pajak secara penuh.
Purbaya menilai bahwa upaya penindakan selama ini sering kali tidak maksimal. Bukan karena kurangnya regulasi, melainkan karena adanya perlindungan atau “bekingan” tertentu yang membuat para produsen dan pengedar rokok ilegal seolah kebal hukum.
Koordinasi dengan Menkopolkam
Dalam pertemuannya dengan Menkopolkam, Purbaya menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk memutus mata rantai perlindungan yang selama ini dinikmati para pelaku rokok ilegal.
Kesepakatan itu membuka jalan bagi operasi penindakan yang lebih kuat. Aparat seperti kepolisian dan TNI akan dilibatkan secara langsung dalam penggerebekan maupun pengawasan. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap tidak ada lagi ruang aman bagi pelaku maupun pihak yang selama ini melindungi mereka.
Menghadapi ‘Bekingan’ di Lapangan
Purbaya secara terbuka menyebut bahwa informasi dari lapangan menunjukkan keberadaan pihak-pihak yang membekingi bisnis rokok ilegal. Meski tidak merinci siapa dan dari mana asalnya, ia menegaskan bahwa keterlibatan aparat keamanan bertujuan untuk membuat para “bekingan” tersebut mundur.
Menurutnya, penindakan yang setengah hati hanya akan memperpanjang masalah. Karena itu, langkah bersama ini dirancang agar memiliki efek jera, baik bagi pelaku utama maupun pihak yang selama ini berada di belakang layar.
Pendekatan Tegas, Tapi Terukur
Meski membawa pendekatan keras, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini tetap mengedepankan hukum dan prosedur. Penindakan tidak dilakukan secara serampangan. Semua langkah akan berdasarkan bukti dan mekanisme yang sah.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga kepercayaan publik. Ketika masyarakat melihat pemerintah serius menindak rokok ilegal, kepercayaan terhadap negara akan meningkat. Selain itu, industri rokok legal pun akan merasa dilindungi dari praktik curang yang selama ini merugikan mereka.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Perang melawan rokok ilegal jelas bukan perkara mudah. Jaringan distribusi yang luas, permintaan pasar, dan dugaan keterlibatan oknum tertentu menjadi tantangan besar. Namun, kolaborasi antara Kementerian Keuangan dan Kemenko Polkam menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi ingin bermain aman.
Langkah ini juga menjadi pesan bahwa negara hadir untuk melindungi kepentingan bersama. Bukan hanya soal pemasukan, tetapi juga soal keadilan hukum. Kini, publik menanti apakah kerja sama ini benar-benar mampu mematahkan kekuatan “bekingan” dan membawa perubahan nyata di lapangan.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







