Jurnal Pelopor – Aksi protes damai atas razia imigrasi di Los Angeles (LA) berubah menjadi kerusuhan brutal pada Senin malam, 9 Juni 2025. Toko Apple, Adidas, apotek, hingga toko ganja medis menjadi sasaran penjarahan, sementara kerusakan properti menyebar di beberapa blok pusat kota.
Demo yang semula berlangsung damai di Gloria Molina Grand Park, berubah mencekam saat malam tiba. Massa melemparkan kembang api dan bom molotov ke arah petugas, memaksa LAPD membalas dengan gas air mata dan peluru karet. Lebih dari 100 orang ditangkap, dengan 14 di antaranya karena terlibat penjarahan. Dua petugas kepolisian juga dilaporkan terluka.
Penjarahan Brutal dan Serangan ke Toko-Toko
Rekaman video memperlihatkan rak kosong di toko perhiasan dan kaca toko Apple yang dipecahkan. Salah satu perempuan ditangkap saat mencoba membobol Apple Store, sementara lainnya diringkus karena vandalisme dan kekerasan. Jendela toko dicoret grafiti, dan sejumlah barang dagangan dilaporkan raib.
Wali Kota Angkat Bicara: “Ini Bukan Dukungan untuk Imigran”
Wali Kota LA Karen Bass menegaskan bahwa aksi kekerasan bukanlah cerminan dukungan untuk imigran. “Jika Anda benar-benar mendukung imigran, Anda tidak akan menghancurkan kota ini,” ujarnya. Ia juga menyatakan bahwa kerusuhan hanya terjadi di sebagian kecil pusat kota, dan tidak mencerminkan kondisi seluruh Los Angeles.
Respons Keras Pemerintah: Garda Nasional Turun Tangan
Sebagai langkah tegas, 300 personel Garda Nasional telah dikerahkan untuk menjaga properti federal. Bahkan, 700 Marinir juga disiagakan, lengkap dengan peralatan pengendalian massa. Meski tak memiliki wewenang menangkap, mereka ditugaskan melindungi fasilitas vital.
Kepala LAPD Jim McDonnell mengonfirmasi adanya 50 penangkapan tambahan selama akhir pekan, termasuk pelaku percobaan pembunuhan karena melempar bom molotov.
Kerusuhan ini mencerminkan situasi sosial yang semakin panas di Amerika Serikat, terutama terkait kebijakan imigrasi. Apakah langkah keras pemerintah bisa meredam gejolak atau justru memicu gelombang baru?
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







