• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

RDMP Balikpapan Beroperasi, Impor Solar Ditarget Nol

RDMP Balikpapan resmi beroperasi, tingkatkan kapasitas kilang nasional dan jadi langkah awal Indonesia hentikan impor solar bertahap.

musa by musa
13/01/2026
in Nasional
0
balikpapan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor  —  Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur resmi beroperasi dan menandai tonggak penting dalam upaya Indonesia mewujudkan kemandirian energi nasional. Proyek modernisasi kilang milik PT Pertamina (Persero) ini secara signifikan meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri dan membuka jalan bagi penghentian impor solar secara bertahap mulai tahun 2026.

Kapasitas Kilang Naik Signifikan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa beroperasinya RDMP Balikpapan meningkatkan kapasitas Kilang Balikpapan sebesar 100.000 barel per hari. Dengan tambahan tersebut, total kapasitas kilang kini mencapai 360.000 barel per hari, naik dari sebelumnya 260.000 barel per hari.

Menurut Bahlil, peningkatan kapasitas ini bukan hanya berdampak pada sisi produksi, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM. Selama ini, impor masih menjadi penopang utama pasokan energi nasional, terutama untuk jenis solar dan bensin.

Impor Solar Mulai Dihentikan

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah berencana menyetop impor solar mulai tahun ini. Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden dan akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, pemerintah akan menghentikan impor solar dengan cetane number (CN) 48 mulai awal 2026. Selanjutnya, impor solar CN 51 akan dihentikan pada semester II 2026.

“Untuk solar, mulai sekarang kita bicara, insya Allah ke depan tidak ada lagi impor,” ujar Bahlil dalam peresmian RDMP Balikpapan.

Ia menambahkan bahwa kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi sekaligus menghemat devisa negara.

Peran Program Mandatori B50

Selain peningkatan produksi dari RDMP Balikpapan, pemerintah juga mengandalkan program mandatori biodiesel B50 yang mulai diberlakukan tahun ini. Program ini mencampurkan 50 persen minyak sawit dengan 50 persen solar, sehingga kebutuhan solar berbasis fosil dapat ditekan.

Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan solar nasional saat ini mencapai sekitar 38 juta kiloliter (KL) per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 5 juta KL sebelumnya masih dipenuhi melalui impor. Dengan tambahan produksi dari RDMP Balikpapan dan penerapan B50, kebutuhan impor tersebut tidak hanya tertutupi, tetapi bahkan berpotensi menciptakan surplus sekitar 1,4 juta KL untuk solar CN 48.

Tekan Impor Bensin dan Avtur

Tak hanya solar, pemerintah juga menargetkan penurunan impor bensin atau gasoline. Saat ini, konsumsi bensin nasional mencapai 38 juta KL per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 14,25 juta KL. Akibatnya, impor bensin masih berada di kisaran 23 juta KL per tahun.

Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, produksi bensin nasional diperkirakan bertambah sekitar 5,8 juta KL per tahun. Tambahan ini akan menekan kebutuhan impor bensin menjadi sekitar 19 juta KL per tahun.

Lebih jauh, pemerintah juga menargetkan penghentian impor avtur pada 2027. Ke depan, Indonesia hanya akan mengimpor minyak mentah (crude oil) sebagai bahan baku, sementara seluruh produk BBM akan diolah di dalam negeri.

“Termasuk avtur, insya Allah 2027 kita tidak lagi impor. Ke depan kita dorong hanya impor crude-nya saja,” pungkas Bahlil.

Beroperasinya RDMP Balikpapan menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam memperkuat industri pengolahan energi nasional. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan energi, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika energi global.

Sumber:  Kompas.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #RDMPBalikpapan #Pertamina #KemandirianEnergi #KilangMinyak #EnergiNasional #BBM #ImporSolar
Previous Post

Sunderland Naik Kelas, Bek Real Madrid Jadi Target

Next Post

Banjir Rendam Jakarta, Sejumlah Ruas Tol Macet Panjang

musa

musa

Related Posts

kpk
Nasional

KPK Sita Dokumen hingga Uang saat Geledah Kantor Ditjen Pajak

14/01/2026
dana haji
Nasional

KPK Buka Dugaan Dana Haji Mengalir ke Elite PBNU

14/01/2026
mark-up
Nasional

Prabowo Murka, Bongkar Dugaan Mark-Up Energi

13/01/2026
banjir
Nasional

Banjir Rendam Jakarta, Sejumlah Ruas Tol Macet Panjang

13/01/2026
ronald
Nasional

Timothy Ronald Terseret Laporan Dugaan Penipuan Kripto

12/01/2026
erupsi
Nasional

Semeru Erupsi 30 Kali dalam 6 Jam, Status Tetap Siaga

12/01/2026
Next Post
banjir

Banjir Rendam Jakarta, Sejumlah Ruas Tol Macet Panjang

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.