Jurnal Pelopor – PSIM Yogyakarta kembali gagal meraih kemenangan di BRI Super League 2025/2026. Dalam tiga pertandingan terakhir, tim berjuluk Laskar Mataram itu hanya mengumpulkan dua poin. Rinciannya, PSIM bermain imbang 2-2 melawan PSBS Biak, berbagi poin 1-1 dengan Persijap Jepara, lalu takluk 0-2 dari Persija Jakarta.
Meski begitu, pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menegaskan situasi tersebut tidak bisa langsung dinilai sebagai penurunan performa. Menurutnya, hasil imbang yang sering diraih justru menunjukkan konsistensi tim promosi seperti PSIM.
“Kami memang tidak menang dalam tiga pertandingan terakhir. Itu benar. Namun sejauh ini kami hanya kalah tiga kali,” ujar Van Gastel usai laga terakhir.
Singgung Persib dan Borneo FC
Pelatih asal Belanda itu lalu menyinggung dua tim papan atas, Persib Bandung dan Borneo FC. Ia menyebut kedua klub tersebut juga sama-sama telah menelan tiga kekalahan musim ini.
“Persib dan Borneo FC juga kalah tiga kali. Jadi saya pikir kami bermain sangat baik,” kata mantan asisten pelatih Besiktas tersebut.
Van Gastel menilai perbedaan utama PSIM dengan tim-tim besar hanya terletak pada jumlah kemenangan. Sebagai tim promosi, menurutnya, performa Laskar Mataram sudah melampaui ekspektasi awal musim.
Satu-satunya Tim Promosi di Papan Atas
Saat ini PSIM Yogyakarta menempati posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 24 poin. Mereka mencatat enam kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan.
Catatan tersebut membuat PSIM menjadi satu-satunya tim promosi yang mampu bersaing di papan atas. Sebagai perbandingan, Bhayangkara FC masih berkutat di papan tengah, sementara Persijap Jepara harus berjuang keluar dari zona bawah.
Van Gastel mengakui timnya terlalu sering bermain imbang. Namun, di sisi lain, ia melihat fakta bahwa PSIM juga sulit dikalahkan oleh lawan.
“Kami memang sedikit terlalu sering seri. Tetapi kami juga tidak kalah. Itu yang paling penting,” ujarnya.
Standar Tinggi Sang Pelatih
Dalam beberapa pertandingan, Van Gastel terlihat cukup ekspresif di pinggir lapangan. Hal itu memunculkan anggapan bahwa ia tengah frustrasi dengan performa timnya.
Menanggapi hal tersebut, Van Gastel menjelaskan bahwa sikapnya lahir dari standar tinggi yang ia terapkan. Ia mengakui memiliki karakter perfeksionis.
“Setiap bola harus bagus. Itu standar saya. Kadang saya terlalu menuntut, baik kepada pemain maupun kepada diri sendiri,” ungkapnya.
Bangga dengan Perjuangan Tim
Meski kritis, Van Gastel menegaskan PSIM tidak berada dalam kondisi bermasalah. Ia justru bangga dengan kerja keras para pemain yang dinilainya terus menunjukkan perkembangan.
“Saya ingin menang dan saya ingin mereka bermain lebih baik. Namun hari ini saya benar-benar bangga dengan tim,” pungkasnya.
PSIM memang belum menang dalam tiga laga terakhir. Namun, dengan konsistensi dan mentalitas yang ditunjukkan, Laskar Mataram masih punya peluang besar untuk terus bersaing di papan atas. Mampukah PSIM segera mengakhiri puasa kemenangan di laga berikutnya?
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







