Jurnal Pelopor – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan Papua swasembada energi melalui pemanfaatan kelapa sawit. Sultan menyatakan dukungannya, namun menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekologis agar kebijakan tersebut tidak berdampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat adat.
Menurut Sultan, gagasan Presiden Prabowo sejalan dengan visi kemandirian energi nasional. Papua dinilai memiliki potensi besar untuk mengelola sumber dayanya sendiri sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan bahan bakar dari luar daerah.
Sawit Dinilai Efektif Dorong Ekonomi Daerah
Sultan menilai kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang terbukti inklusif secara ekonomi. Industri sawit mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menggerakkan ekonomi lokal jika dikelola dengan baik.
Ia berharap pemanfaatan sawit, bersama tebu, dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim global. Menurutnya, Indonesia kini telah bertransformasi dari negara pengekspor minyak bumi menjadi eksportir minyak sawit terbesar di dunia.
Catatan Soal Keseimbangan Ekologis
Meski mendukung, Sultan mengingatkan agar perluasan perkebunan sawit dan tebu tidak dilakukan secara serampangan. Ia menegaskan pentingnya memperhatikan daya dukung lingkungan agar tidak menggeser ruang hidup masyarakat adat maupun mengancam satwa endemik Papua.
Sultan juga mendorong agar pengembangan perkebunan dilakukan oleh BUMN, BUMD, atau bahkan BUMDes dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Dengan begitu, manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh warga Papua tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Target Swasembada Energi Lima Tahun
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan keinginannya agar Papua mampu memproduksi energi secara mandiri. Selain sawit, Prabowo juga mendorong pemanfaatan tebu dan singkong sebagai bahan baku etanol, serta penggunaan tenaga surya dan tenaga air untuk wilayah terpencil.
Prabowo menargetkan seluruh daerah di Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dan energi dalam lima tahun ke depan. Jika target tersebut tercapai, Indonesia diyakini mampu menghemat ratusan triliun rupiah karena tidak lagi bergantung pada impor BBM.
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







