Jurnal Pelopor – Setiap pagi, suasana di SMP Kanor, Bojonegoro, begitu tenang dan khusyuk. Para siswa duduk rapi, membaca Al-Qur’an dengan penuh penghayatan sebelum memulai pelajaran. Tradisi ini menjadi upaya nyata membangun karakter sekaligus menjaga moral generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman.
Semangat Guru dan Siswa dalam Pendidikan Karakter

Ahmad Rokhim, guru di SMP Kanor, merasa bangga melihat antusiasme siswa dalam mendalami ilmu agama.
“Alhamdulillah, mereka sangat antusias. Karakter anak-anak di sini luar biasa, terutama dari sisi akhlak dan moral,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa mendidik anak tidak cukup hanya dengan aturan ketat, tetapi pendekatan personal dan sentuhan hati sangat dibutuhkan.
“Kalau ada anak nakal, itu bisa ditata karakternya. Asal kita dekati dengan sentuhan perasaan dan pendekatan pribadi,” jelasnya.
Bagi Rokhim, menjadi guru adalah panggilan jiwa, bukan sekadar profesi, sebagaimana diajarkan oleh gurunya, almarhum Pak Ghofur.
“Soal bayaran itu hanya bonus. Saya ambil nasihat ini dari guru saya, almarhum Pak Ghofur dari MA Darul Ulum. Beliau selalu bilang, jadi guru itu ibadah,” kenangnya.
Menjawab Tantangan Generasi Digital
Di tengah maraknya fenomena generasi muda yang mulai tergerus nilai kebangsaan dan budaya, SMP Kanor justru mengambil langkah positif. Praktik membaca Al-Qur’an setiap pagi menjadi bagian strategi mendidik yang memadukan nilai agama dan budaya. Hal ini diharapkan memperkuat fondasi karakter siswa di era digital yang penuh godaan seperti gim daring dan pergeseran nilai sosial.
Tradisi yang Memperkuat Fondasi Moral dan Akhlak
Tradisi ini juga menanamkan rasa disiplin, ketenangan, dan tanggung jawab sejak dini. Dengan demikian, SMP Kanor tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai luhur.
Kesimpulan
Melalui tradisi membaca Al-Qur’an setiap pagi, SMP Kanor menunjukkan komitmen kuat dalam membina karakter siswa. Pendekatan ini menjadi contoh positif pendidikan karakter di Indonesia, yang menggabungkan nilai agama dan budaya untuk menghadapi tantangan moral generasi muda masa kini.
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







